Mencari keabadian..Ngago ka'kakalatn.. Mencari sebuah keabadian di dunia yang fana ini bukanlah suatu hal yang mustahil. Keabadian dapat di capai dengan banyak cara, malalui penemuan yang berarti....seperti Einstein, Thomas A. Edison, dan banyak lagi....atau dalam bentuk negatif seperti Polpot, Hitler dkk. melalui tulisan-tulisan ringan yang akan saya coba buat mungkin saya bisa menemukan suatu bentuk keabadian saya....semoga. Amin
Senin, Juni 15, 2009
POSTING BUAT TANGGAL 30 MEI 2009: KEHILANGAN MEMBUAT KITA MENGERTI ARTI KE-ADA-AN
Hari ini...2 hari setelah hari ulang tahunku yang ke 25...menjadi hari yang juga mungkin sulit untuk aku lupakan. karena pagi ini aku mengawali hari dengan harus kehilangan Laptop kesayanganku Acer Aspire 4310 No Seri : LXAHU0C009728049D12000 dan HP Nokia seri...(gw lupa bro ). Kejadian bermula saat teman saya pergi joging jam 05.30...karena saya ada di dalam kamar maka pintu tidak di kunci....saat dasya bangun jam 06.30 saya menyadari HP saya di samping badan saya sudah tidak ada...saya tanya dengan teman saya yang pulang joging, dia kaget karena katanya saat pulang joging HP pintu sudah terbuka...dan HP dia juga hilang. Akhirnya aku sadara Laptop aku juga sudah hilang dari atas kepala ku...sungguh menyedihkan.....
Jumat, Mei 29, 2009
UNFORGETABLE MOMENT FROM MY STUDENT
Sungguh, ini merupakan pengalaman yang tidak terlupakan bagi saya...terimakasih para anak-anakku...terimakasih atas semua kenangan yang telah kalian berikan. harapan saya semoga kalian kelak dapat menjadi orang-orang yang sukses....dan jangan lupa untuk selalu dekat dengan Sang Pencipta. Wish U all...................................
Kamis, Mei 28, 2009
25 Tahun hadirku di dunia
"Hari ini...tepat 25 tahun hadirku di dunia ini......Aku kadang bertanya....apa yang sudah kuperbuat demi dunia sehingga kelak dunia bisa mengenangku, tentunya dalam hal yang positif....sepertinya masih terlalu jauh untuk menuju ke arah itu....tapi aku harus punya suatu obsesi....Thanks God for my life, past, now, and for the future. AMIN"
Di usia yang ke-25 ini....artinya sudah 25 tahun aku eksis di dunia....tapi apakah dengan ke-eksis-anku di dunia ini, aku telah eksis membuktikan ke-ada-an ku...Ataukah aku hanya menumpang untuk ada, sementara waktu saja. dan bila waktunya tiba...maka duniapun melupakan aku.
Ke depan...perjalanan masih panjang....pikiran seorang yang optimis. Masih ada waktu untuk menunjukkan ke-ada-an ku...masih ada waktu untuk menunjukkan bahwa aku pernah ada di jagad ini...artinya masih banyak yang harusku perbuat di dunia ini....sehingga dunia bisa mengenang, kelak mungkin, bahwa seorang Emilius Sudirjo pernah ada di dunia ini. Amin
Sabtu, Maret 21, 2009
SISWA BINGUNG...GURU BINGUNG...
Kujelaskan bab kedua....siswa bingung
kujelaskan bab berikutnya siswa semakin bingung
Kubaca soal pertama...siswa bingung
kubaca soal kedua....siswa bingung
Kubaca soal ketiga ....siswa bingung
Kubaca soal keempat...siswa bingung
Kubaca soal terakhir...siswa semakin bingung
Akirnya aku bingung
Bingung salahnya dimana
Bingung menilainya bagaimana
BINGUNG
Senin, Maret 16, 2009
Mengatur Pola Makan Sehat
Setiap makhluk hidup butuh makan untuk mendapatkan sumber tenaga, mengobati berbagai macam penyakit, mempertahankan kondisi tubuh terhadap serangan penyakit, dan sebagai energi pertumbuhan. Kalau kurang memperhatikan pola makan, berbagai penyakit dapat menyerang tubuh. Untuk itu perlu mengatur pola makan yang sehat, agar tubuh selalu kuat, stamina terjaga, dan terhindar dari penyakit.
Menurut ahli nutrisi dr Fiastuti Witjaksono MS, SpGK, kepada wartawan di sela-sela peluncuran Opps Butter Crackers, produksi OT Group, di Jakarta, beberapa saat lalu. pola makan yang sehat sebenarnya terletak pada perencanaan makan yang memenuhi kriteria tiga J (jumlah, jenis, dan jadwal makan).
* Jumlah
Saat makan, jumlah kalori harus sesuai dengan kebutuhan. ''Sesuaikan jumlah kalori antara energi yang keluar, baik saat berolahraga atau beraktivitas, dengan energi yang masuk,'' kata Fia.
Komposisi yang seimbang meliputi karbohidrat sebanyak 60-70 persen (karbohidrat kompleks), protein sebanyak 10-15 persen (hewani dan nabati, 2:1), lemak sebanyak 20-25 persen (safa, pufa, mufa = 1:1:1), vitamin dan mineral (A, D, E, K, B, C, dan Ca).
* Jenis
Yang harus dikonsumsi meliputi karbohidrat, protein, lemak seimbang, dan nutrien spesifik yang terpenuhi.
Karbohidrat kompleks terdapat pada beras, gandum, terigu, buah-buahan dan sayuran. ''Pilihlah karbohidrat dengan serat tinggi, dan kurangi karbohidrat simpleks yaitu gula, sirup dan makanan yang manis. Paling banyak mengonsumsi makan yang manis adalah 3-5 sendok makan per hari,'' jelas Fia.
Kebutuhan serat per hari sebanyak lebih dari 25 gram atau 14 gram per 1000 kalori. Untuk menambah serat dianjurkan mengonsumsi buah dan sayuran minimal lima porsi sehari. ''Satu buah apel plus kulitnya sama dengan lima gram. Untuk memenuhi 25 gram per hari, sedikitnya mengonsumsi buah apel sebanyak lima biji,'' ujarnya. Menurutnya, buah-buah yang diblender lebih banyak serat ketimbang di jus. Sebab, ketika buah dijus banyak serat yang terbuang.
Protein harus lengkap antara protein hewani dan nabati. Sumber protein hewani berasal dari ikan, ayam, daging sapi, kerbau, dan kambing. Susu merupakan sumber protein yang baik. Namun demikian, tutur Fia, pilihlah susu yang tidak mengandung lemak (non fat) atau low fat. Sumber protein nabati terdapat pada kedelai, tempe, dan tahu.
Tubuh manusia juga membutuhkan lemak. Fia menyarankan agar orang menghindari makanan yang berlemak dan goreng-gorengan. Memang, pengurangan lemak makanan mengakibatkan berkurangnya rasa enak pada makanan.
Jenis lemak yang dibutuhkan tubuh adalah asam lemak jenuh dan asam lemak trans kurang dari 10 persen, asam lemak tidak jenuh sebanyak 10 persen, dan asam lemak tidak jenuh ganda sebanyak 10 persen. Menghindari lemak jenuh sangatlah mudah. ''Ubahlah cara memasak. Dari menggoreng menjadi mengukus atau merebus,'' tegas Fia.
Ia mengungkapkan, lemak mengandung kolesterol yang sangat tinggi. Sumber kolesterol terdapat pada sea food (makanan laut) selain ikan, jerohan, dan kuning telur. Konsumsi telur per hari seharusnya tidak lebih dari 300 miligram.
Sementara itu, sumber vitamin dan mineral terdapat pada vitamin A (hati, susu, wortel, dan sayuran), vitamin D (ikan, susu, dan kuning telur), vitamin E (minyak, kacang-kacangan, dan kedelai), vitamin K (brokoli, bayam dan wortel), vitamin B (gandum, ikan, susu, dan telur), serta kalsium (susu, ikan, dan kedelai).
* Jadwal
Jadwal makan harus teratur dengan baik.
Penulis: (sya )
Sumber: http://www.republika.co.id
Sabtu, Maret 14, 2009
Jual Motor Antik "Suzuki RV 90 "
Jumat, Februari 20, 2009
Materi Kuliah 3 : Linear Programming dengan Metode Grafik: Minimisasi
Permasalahan minimisasi dapat juga diselesaikan secara grafik. Langkah-langkah penyelesaian permasalahan sama dengan penyelesaian permasalahan untuk fungsi tujuan maksimisasi yaitu: formulasi permasalahan, menentukan area layak, serta menentukan solusi optimal.
Dalam menentukan solusi optimal, seperti halnya pada permasalahan maksimisasi, dapat digunakan pendekatan garis profit atau titik sudut. Untuk lebih memahami penyelesaian permasalahan minimisasi berikut dibahas kasus Valentine Meal.
Valentine Meal adalah makanan yang terbuat dari Jagung dan Kacang. Makanan ini memiliki kandungan sekurang-kurangnya 30% Protein dan Serat maksimal 5% sebagaimana tampak pada tabel berikut ini.
Valentine Meal ingin menentukan biaya terendah dari makanan tersebut.
Karena makanan tersebut terbuat dari Jagung dan Kacang, variabel keputusan untuk model tersebut dapat dirumuskan demikian
J = banyaknya jagung yang digunakan untuk campuran makanan
K= banyaknya kacang yang digunakan untuk campuran makanan
Fungsi tujuan adalah meminimumkan biaya dari campuran makanan, yang dirumuskan demikian
Minimize Z = 0,3 J + 0,9 K
Kendala dari model mencerminkan jumlah yang diperlukan dan persyaratan kandungan gizi yang diperlukan. Karena Valentine Meal memerlukan 800 kg makanan per hari, kendala tersebut bisa dirumuskan demikian:
J + K ≥ 800
Kandungan protein dalam jagung (J) dan kacang (K) adalah (0,09 J + 0,6 K). Kandungan protein ini sekurang-kurangnya 30% dari campuran makanan. Oleh karena itu persamaannya menjadi demikian
0,09 J + 0,6 K ≥ 0,3 (J + K)
0,09 J + 0,6 K ≥ 0,3 J + 0,3K
(0,3 J - 0,09 J) + (0,3K - 0,6 K) ≤ 0
0,21 J - 0,3 K ≤ 0
Dengan cara yang sama, kendala dari kandungan serat bisa dirumuskan demikian:
0,02 J + 0,06 K ≤ 0,05 (J + K)
0,02 J + 0,06 K ≤ 0,05 J + 0,05 K
(0,05 J - 0,02 J) + (0,05K - 0,06 K) ≥ 0
0,03 J – 0,01 K ≥ 0
Dari uraian di atas dapat dirumuskan formulasi permasalahan secara lengkap sebagai berikut :
Fungsi tujuan :
Minimize Z = 0,3 J + 0,9 K
Fungsi kendala :
J + K ≥ 800 (kendala kebutuhan makanan per hari)
0,21 J - 0,3 K ≤ 0 (kendala kandungan protein)
0,03 J – 0,01 K ≥ 0 (kendala kandungan serat)
J ≥ 0 (kendala non negatif pertama)
K ≥ 0 (kendala non negatif kedua)
Langkah pertama untuk menyelesaikan kasus Valentine Meal adalah dengan menggambarkan fungsi kendala sebagaimana tampak pada Peraga 1.3.
Peraga 1. 3. Grafik Valentine Meal
Titik potong kendala 1 (Protein: 0.21 J – 0.3 K ≤ 0) dan 3 (Kebutuhan per hari: 1 Jagung + 1 Kacang ≥ 800)
0.21 J - 0.3 K = 0
0.21J = 0.3 K
J = (0.3/ 0.21) K
J + K = 800
(0.3 / 0.21) K + K = 800
2,43 K = 800
K = 800/2,43
K = 329,22 dibulatkan menjadi 329.
J + 329,22 = 800
J = 470,78 dibulatkan menjadi 471.
Jadi titik potong kendala 1 (Protein: 0.21 J – 0.3 K ≤ 0) dan 3 (Kebutuhan per hari: 1 Jagung + 1 Kacang ≥ 800) terletak pada titik B (471, 329).
Titik potong kendala 2 (Serat: 0.03 J – 0.01 K ≥ 0) dan kendala 3 (Kebutuhan per hari: 1 J + 1 K ≥ 800
0.03 J – 0.01 K = 0
0.03 J = 0.01 K
J = (0.01/ 0.03) K
J = 0.33 K
J + K = 800
0.33 K + K = 800
1.33 K = 800
K = 800 / 1.33
K = 600
J + 600 = 800
J = 200
Jadi titik potong kendala 2 (Serat: 0.03 J – 0.01 K ≥ 0) dan kendala 3 (Kebutuhan per hari: 1 J + 1 K ≥ 800) terletak pada titik B (200, 600).
Tanda ≥ pada kendala Serat dan Kebutuhan per hari ditunjukkan pada area sebelah kanan dari garis kendala. Sebagaimana nampak pada Peraga 1.3, feasible region (area layak) meliputi daerah sebelah kanan dari titik A (200; 600), B (471; 329), atau di sebelah kanan kendala II dan III serta di sebelah kiri kendala I.
Untuk menentukan solusi yang optimal, ada dua cara yang bisa digunakan yaitu
1. dengan menggunakan garis biaya (iso cost line)
2. dengan titik sudut (corner point)
Penyelesaian dengan menggunakan isocost line adalah penyelesaian dengan menggambarkan fungsi tujuan. Kemudian fungsi tujuan ter
sebut digeser ke kiri sampai menyinggung titik terdekat dari titik nol, tetapi masih berada pada area layak (feasible region). Untuk menggambarkan garis isocost, kita mengganti nilai Z dengan sembarang nilai yang mudah dibagi oleh koefisien pada fungsi biaya. Pada kasus ini angka yang mudah dibagi angka 0.3 (koefisien J) dan 0.9 (koefisien K) adalah 270. Sehingga fungsi tujuan menjadi 270= 0.3 J + 0.9 K. Garis ini akan memotong sumbu J pada titik (900, 0) dan memotong sumbu K pada titik (0, 300).
Peraga 1. 3. Garis IsoCost pada Valentine Meal Jagung Kacang
Dari Peraga 1.3 dapat dilihat bahwa iso cost line menyinggung titik A yang merupakan titik terdekat dari titik nol. Titik A ini merupakan titik optimal. Untuk mengetahui berapa nilai J dan K, serta nilai Z pada titik A tersebut, kita mencari titik potong antara kendala I dan kendala III (karena titik A merupakan perpotongan antara kendala I dan kendala III). Dengan menggunakan eliminiasi atau substitusi diperoleh nilai J = 471, K = 329. dan Z = 437. Dari hasil perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa keputusan perusahaan yang akan memberikan biaya minimal adalah J sebanyak 471 unit, K sebanyak 329 unit dan perusahaan akan mengalokasikan biaya sebesar 437.
Penyelesaian dengan menggunakan titik sudut (corner point) dari Peraga 1.3 dapat dilihat bahwa ada 2 titik yang dekat yang membatasi area layak, yaitu titik A yang merupakan perpotongan kendala I dan III serta titik B yang merupakan perpotongan kendala II dan III. Untuk penyelesaian dengan menggunakan titk sudut kita mencari nilai Z di kedua titik tersebut kemudian kita pilih nilai Z yang paling kecil. Titik A nilai J = 471 dan K = 329. Dengan substitusi angka tersebut ke fungsi tujuan kita peroleh 0,3 J + 0,9 K = (0,3 x 471) + (0,9 x 329) = 437,4 dibulatkan menjadi 437. dan pada titik B nilai J = 200 dan K = 600. Dengan mensubstitusikan nilai J dan K pada fungsi tujuan, kita peroleh: 0,3 J + 0,9 K = (0,3 x 200) + (0,9 x 600) = 600. Ternyata nilai Z pada titik A lebih kecil daripada titik B. Dengan demikian titik A adalah titik optimal.



