Tampilkan postingan dengan label Personal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Personal. Tampilkan semua postingan

Senin, Maret 28, 2011

Dinner with LBI : Hope it is not a farewell...

Setelah sehari sebelumnya mengikuti kegiatan Outbond di Lembur Pancawati, Rancamaya Bogor.

Senin, 28 Maret 2011... Sekitar jam 06.00 sore sekumpulan "anak-anak muda" yang datang dari seluruh Indonesia bersama para pengajarnya dari LBI UI berkumpul di restoran Handayani, Matraman. Mereka berkumpul bersama atas inisiatif LBI untuk bersyukur atas segala pencapaian-pencapaian yang telah diusahakan selama hampir 6 bulan sejak 4 Oktober 2010, dimana placement test dilaksanakan.

Kegiatan berlangsung santai dan penuh keakraban. Setelah diawali dengan kata sambutan berturut-turut dari Ibu Sisil, Direktur LBI UI; Ibu Nurwening, Perwakilan dari IIEF; Ibu Marsue, Perwakilan dari pengajar, acara dilanjutkan dengan makan malam bersama. Kemudian kami para peserta kursus dibagi menjadi 3 group,- A, B, dan C,- untuk mengikuti permainan yang dibawakan oleh para tutor. Permainan ini berupa kuis yang temanya adalah "seberapa jauh kami para peserta mengenal mereka, para tutor dan LBI. Pertanyaan-pertanyaannya seperti misalnya: merk TV di perpustakaan LBI, ukuran sepatu tutor, merk HP tutor,jumlah anaknya, penyakit yang pernah mereka derita, dll. dalam permainan ini setiap kelompok di minta memilih nama binatang sebagai nama kelompok dan menirukan suaranya sebagai "bel" untuk tanda siap menjawab pertanyaan yang ditentukan oleh juri dari tutor. Permainan ini di menangkan oleh group C ( Daeng CS) dan mendapat souvenir berupa kotak kartu nama.

Selanjutnya, acara persembahan dari para peserta. Di mulai dengan kesan-kesan selama mengikuti PAT dari perwakilan setiap kelas, Hendro, kelas A; Harli, kelas B; Miftha, kelas C; dan Agustinus, kelas D, kemudian persembahan sebuah lagu oleh bang Nahad Baunsele.

Acara di tutup dengan pemutaran slide-slide foto kenangan dari awal kedatangan dan PAT sampai momen akhir Maret di LBI. Banyak foto-foto lucu yang diambil oleh fotografer cohort IX, Umar, ditampilkan di slide yang di buat oleh rekan Irfan. Pemutanan ini semakin berkesan dengan joke-joke segar dari sang MC, Daeng Abdul Hakim.

Tanpa terasa waktu sudah 3 jam-an berlalu. Sebagai sesi terakhir adalah acara foto bersama dan bersalaman dengan para tutor.

Singkat memang acara ini, namun sangat berkesan sekali. Seperti kata Ibu Sisil dalam pidato pembukanya bahwa ini bukanlah sebuah Farewell Party...tapi merupakan pesta kemenangan atas segala pencapaian yang telah kita capai selama ini. Hal yang sama juga disampaikan oleh Mbk Nune. Kami semua sadar bahwa ini adalah sebuah permulaan yang berat untuk menempuh tahap/stage selanjutnya dimana kami harus berjuang untuk menggapai impian yang sudah di depan mata. Memang ada banyak tantangan dan cobaan yang harus kami hadapi nanti, mungkin harus dihadapi seorang diri namun kami harus bisa mandiri untuk menunjukkan kualitas kami sebagai orang-orang terpilih dari 9223 orang pelamar IFP cohort IX.

I really miss this moment and every single happening that happens before it during PAT. I miss all of my friends.

Minggu, Januari 30, 2011

Sidang Adat Dayak penyelesaian Kasus Prof Dr Thamrin Amal Tomagola

Sabtu, 22 Januari 2011 yang lalu menjadi hari yang penting bagi masyarakat Adat Dayak dan Prof. Dr. Thamrin Amal Tomagola. Pada hari ini, Prof. Thamrin akhirnya datang ke Palangka Raya, untuk menjalani pengadilan adat atas dirinya, terkait pernyataannya yang menyinggung perasaan masyarakat Suku Dayak ketika menjadi saksi ahli pada persidangan kasus video porno Ariel di PN Bandung pada 2 Desember 2010 lalu, oleh Pengadilan Adat Dayak se Kalimantan. Sebelum menjalani persidangan di Betang Eka Tinggang Nganderang, sosiolog UI ini menggelar jumpa pers untuk melakukan permintaan maaf secara nasional. Adapun isi dari pernyataan maaf ini nantinya juga akan menjadi bahan pertimbangan tujuh Mantir hai ( Hakim Agung ) yang terdiri dari mantir-mantir dari Kalteng, Kalsel, Kaltim, dan Kalbar, dalam mengambil keputusan. Dalam persidangan yang diberi nama “Persidangan Adat Dayak Maniring Tuntang Manetes Hinting Bunu” atau dalam Bahasa Indonesia berarti “ memutus dendam yang berkepanjangan dalam menuju perdamaian kea rah yang lebih baik antara masyarakat Dayak dengan yang disidangkan” ini keamanan Sang Prof untuk datang diadili selain dijamin oleh pihak keamanan juga oleh pemuka-pemuka adat Dayak di Kalteng selaku penyelenggara. Hasil dari persidangan ini adalah final dan mengikat, keputusan yang dihasilkan tidak dirasakan dan kelihatan berat karena tujuannya adalah untuk menyelesaikan persoalan. Namun jika terjadi pelanggaran oleh pihak yang diadili, maka berat resiko yang mungkin terjadi akan berada diluar dugaan dan jarak geografis tidak akan bisa mengganggu resiko.

Dalam pengadilan adat yang memakan biaya sebesar 265 juta ini (berasal dari berbagai sumbangan dan kas MADN ), pasal-pasal yang akan dikenakan kepada Sang Sosiolog UI tersebut ditetapkan oleh Mantir Hai. Menurut A. Teras Narang, Presiden majelis Adat Dayak nasional (MADN) akan diambil dari Hukum Adat Dayak yang disepakati di TUmbang Anoi pada tahun 1894 yang diterima dan berlaku untuk seluruh Suku Dayak di seluruh Pulau Kalimantan, termasuk Sabah dan Sarawak. Bertindak sebagai Tim Jahawen ( Jaksa) dalam pengadilan ini adalah Drs Lukas Tingkes, Sabran Achmad, Dr Siun Jarias, Marthen Ludjen, Ny Inun Maseh, dan Guntur Talajan SH MPd.

Prosesi persidangan diawali dengan masuknya Tim jahawen (tim enam) selaku penuntut hukum adat ke dalam ruang sidang , kemudian pelanggar adat ( Thamrin Tamagola) dipanggil memasuki ruangan dan menduduki kursi yang sudah disediakan menghadap majelis hakim adat ( Mantir Hai ). Selanjutnya Mantir Hai bersama Presiden MADN memasuki ruang siding. Sidang diteruskan dengan penyerahan Sangku Basara, yang melambangkan bukti penyerahan sengketa adat kepada majelis sidang adat, oleh satu orang perwakilan tim enam dan satu orang dari pihak Thamrin Tamagola, lalu Ketua Majelis Sidang Adat menyatakan bahwa persidangan dibuka dan terbuka untuk umum. Selanjutnya tim enam selaku penuntut membacakan tuntutannya yang terdiri atas 5 tuntutan yang mengacu kepada hasil kesepakatan Tumbang Anoi 1894. Tuntutan itu adalah membayar lima pikul garantung yang diserahkan kepada majelis sidang adat, meminta maaf di depan masyarakat Dayak di depan persidangan dan melalui berbagai media lokal dan nasional, kemudian mencabut hasil penelitiannya, dan mencabut pernyataannya pada saat sidang Ariel peterpan, serta membayar uang denda (Singer) untuk upacara adat sebesar Rp 77.777.777.

Setelah menskor sidang selama sekitar 10 menit untuk membicarakan keputusan, akhirnya Mantir Hai membacakan keputusan dan menjatuhkan hukuman terhadap Thamrin. Hukuman tersebut adalah :

1. Meminta maaf kepada seluruh majelis sidang dan hadirin atas pernyataannya yang melukai suku Dayak.
2. Membayar denda berupa gong garantung kepada presiden MADN,
3. Membayar semua biaya pelaksanaan sidang adat yang nilainya sekitar Rp77.777.777
4. Mencabut semua pernyataan yang pernah dia ucap tentang suku dayak yang biasa berhubungan intim tanpa ikatan pernikahan di pengadilan negeri Bandung, pada persidangan kasus asusila yang diperankan oleh Ariel Peterpan
5. Memusnahkan hasil risetnya yang mendiskreditkan suku dayak itu.

Atas hukuman yang dijatuhkan kepadanya sang Sosiolog UI menerima dengan tulus. “Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat dayak, atas pernyataan saya yang menghina, menistakan, dan melecehkan Suku Dayak di Indonesia. Dan dengan tulus ikhlas, saya akan menerima dan menyanggupi semua keputusan dari majelis sidang adat,” kata Prof Thamrin dengan penuh penyesalan.

Demikianlah akhir dari perjalanan kasus ikut meramaikan Nusantara, Kalimantan khususnya, selama hampir 2 bulan ini. Sesuai dengan tujuannya yang tercermin dalam nama persidangannya maka setelah keputusan yang diambil dalam persidangan ini, dan diikuti oleh pelanggar adat, yang dalam hal ini Prof Dr Thamrin Amal Tamagola, tidak ada lagi dendam di antara masyarakat dayak dimana pun berada dengan Prof Thamrin. Kiranya peristiwa ini menjadi sebuah momentum yang semakin memperkuat dan memperteguhkan persatuan dan kesatuan bangsa demi kebangkitan dan kejayaan masyarakat Dayak di tengah-tengah heterogenitas suku-suku bangsa di Nusantara dalam bingkai NKRI.

Sumber :

1. http://jurnaltoddoppuli.wordpress.com/2011/01/21/pengadilan-adat-dayak-terhadap-prof-dr-thamrin-amal-tomagola/

2. http://jurnaltoddoppuli.wordpress.com/2010/04/18/penyeragaman-96-pasal-hukum-adat/

3.Pontianak PostMinggu, 23 januari 2011 : Thamrin diganjar lima tuntutan minta maaf di sidang Adat dayak





Senin, Januari 10, 2011

Penghinaan terhadap masyarakat Dayak oleh seorang Profesor

Kemarin, Minggu 9 Januari, saya menerima sms dari salah seorang murid saya yang kini kuliah di salah satu Universitas di Surabaya,Magrita Inggrit, yang mengabarkan bahwa masyarakat Dayak sedang ramai berdemo terkait pernyataan seorang profesor bahwa free sex di masyarakat Dayak adalah hal yang biasa. Sayangnya saat saya menanyakan lebih detail mengenai masalah ini dia tidak bisa menjelaskan. lalu saya kira ini hanyalah isu kecil, dan saya melupakannya. Namun siang tadi, saat sesi kedua kursus di LBI-UI salemba, saya kembali menerima sms dari salah seorang rekan dari Dango Khatulistiwa Jakarta yang mengajak melakukan aksi di depan istana bersama ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Barat, Bpk. Cornelis (sekarang Gubernur KalBar), pada hari Rabu tanggal 12 Januari 2011 nanti. Adapun aksi ini bertujuan untuk meminta klarifikasi dari prof. Dr. Thamrin Amal Tomagola, Guru Besar FISIP UI, mengenai pernyataannya yang menyatakan bahwa "Dari hasil penelitian saya di Dayak itu, bersenggama tanpa diikat oleh perkawinan oleh sejumlah masyarakat sana sudah dianggap biasa. Malah, hal itu dianggap sebagai pembelajaran seks," saat memberikan kesaksian sebagai saksi ahli yang meringankan pada kasus persidangan video porno Ariel di PN Bandung pada Kamis, 2 Desember 2010 lalu.

Penasaran dengan kasus ini maka selesai sesi kursus saya langsung googling dengan menggunakan key words "prof dr thamrin" maka saya langsung mendapatkan 86.600 hasil dalam 0,08 detik. Setelah membaca duduk persoalan sebenarnya ( di kompasiana , Jurnal Toddopuli ) saya merasa sangat marah, apalagi kebetulan saya dilahirkan dengan entitas ke-Dayak-an saya, bahwa hal ini merupakan suatu bentuk penghinaan terhadap masyarakat Dayak yang sangat menjunjung tinggi nilai moral dan etika. Jangankan untuk melakukan seks bebas, berduaan ditempat gelap/sepi saja maka muda-mudi Dayak akan langsung di hukum adat dan dinikahkan. Selain itu, sebagai salah seorang alumni UI saya merasa malu karena seorang Guru Besar dari salah satu kampus terbaik di Negeri ini memberikan pernyataan yang sifatnya melecehkan suatu etnik, memancing perpecahan suatu bangsa, dan diperoleh dari penelitian yang tidak valid. Bagaimana mungkin seorang profesor (+ Dr ) mengambil sebuah kesimpulan dari penelitian suatu etnik hanya dengan mengambil sampel dari 10 responden ? Apakah ini menjadi sebuah cerminan betapa buruknya riset di negeri ini. semoga saja tidak.

Pernyataan prof. Dr. Thamrin ini telah mendartangkan berbagai protes dari masyarakat Dayak, Baik di Internet, penggelaran aksi di sejumlah tempat seperti Pontianak, Palangkaraya dan Jakarta, juga protes tertulis dari sejumlah Organisasi Pemuda, Adat dan LSM yang berhubungan dengan masyarakat Dayak. Mereka semuanya mengutuk pernyataan tidak berdasar Sang profesor tersebut dan menuntut dia untuk segera meminta maaf kepada seluruh masyarakat Dayak dan di jatuhi hukum Adat.

Diantaranya :

Aktor kawakan yang juga putra Dayak, Piet Pagau, pada 6 januari 2011 pukul 12.08 menulis di FB: “Sdra2ku sebangsa setanah air, krn sdh menyangkut harga diri, martabat, harkat kita Bangsa DAYAK, hrp sdr2ku yg Pengurus Perkumpulan, Kekeluargaan, Paguyuban, Forum Dayak 4 Provinsi Kalimantan, membuat pernyataan tertulis dan sampaikan langsung ke PN BANDUNG, menolak kesaksian Prof. Thamrin Amal, agar Majelis Hakim mengabaikan kesaksian tsb dalam pertimbangan vonis kasus Ariel krn apa yg dikatakannya dalam kesaksian tsb adalah tdk benar dan ybs harus minta maaf secara terbuka kepada bangsa kita melalui media massa. Tembuskan ke semua media cetak / elektronik yg memuat berita tsb dan ke UI. Saya siap turut bertanda-tangan”

Selasa, 4 Januari 2011 sebanyak 23 organisasi dan LSM yang berhubungan dengan masyarakat adat Dayak di Kalimantan Barat mengirim surat protes kepada kompas.com dan inti dari surat terbuka tersebut dimuat kompas.com esok harinya. Ke-23 lembaga tersebut menyatakan:

1. Bahwa pernyataan tersebut telah mendiskreditkan dan menimbulkan persepsi negatif publik terhadap masyarakat Dayak bahkan menjurus ke arah fitnah yang merendahkan harkat, martabat dan harga diri masyarakat Dayak secara keseluruhan.

2. Bahwa pernyataan di atas menunjukkan yang bersangkutan tidak sensitif dan tidak memahami keberagaman suku bangsa di Indonesia pada umumnya, dan khususnya suku bangsa Dayak secara utuh.

3. Bahwa hasil penelitian yang dirujuk tersebut tidak akurat karena menggeneralisir semua suku bangsa Dayak. Untuk diketahui, di Kalimantan Barat saja ditemukan sejumlah 151 sub suku Dayak (lihat “Mozaik Dayak: Keberagaman Subsuku dan Bahasa Dayak di Kalimantan Barat”, Pontianak: Institut Dayakologi, 2008).

4. Bahwa pernyataan tersebut telah mempertaruhkan dan mengorbankan harkat, martabat dan kredibilitas suku bangsa Dayak secara keseluruhan hanya demi membela kasus asusila video porno mirip Ariel.

5. Bahwa pernyataan tersebut telah melukai hati dan meresahkan masyarakat Dayak.

Berdasarkan poin 1, 2, 3, 4, dan 5 di atas, maka Kami mendesak Saudara Prof. Dr. Tamrin Amal Tamagola untuk:

1. Menyampaikan klarifikasi secara tertulis melalui media massa nasional (elektronik maupun cetak).

2. Mencabut pernyataan pada Kompas.com (Kamis, 30/12/2010) yang dimuat di media massa nasional (elektronik maupun cetak).

3. Menyampaikan permintaan maaf secara tertulis kepada suku bangsa Dayak secara keseluruhan yang harus dimuat pada media massa nasional (elektronik maupun cetak).

Surat tertanggal 4 Januari 2011 tersebut disampaikan 23 lembaga, antara lain Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih (YKSPK), Pontianak, Institut Dayakologi, Lembaga Bela Banua Talino (LBBT), WALHI Kalbar, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalbar, Lembaga Dayak Panarung (LDP) Kalteng, AMAN Kalteng, Perkumpulan Nurani Perempuan, Samarinda Kaltim, Lembaga Pemberdayaan Pergerakan Rakyat (ELPAGAR) Kalbar, Lembaga Adat Dayak Tobak, Sanggau, Kalbar, Aliansi Masyarakat Adat Banua Ningkau (AMA-BN) Sintang, Kalbar, Gerakan Masyarakat Adat Kabupaten Melawi (GEMA-KAMI) Kalbar, Persatuan Masyarakat Dayak Limbai (PERMADALI), Melawi Kalbar, Gerakan Masyarakat Adat Serawai (GEMAS), Sintang Kalbar, Persatuan Masyarakat Dayak Ransa (PEMADAR), Melawi Kalbar, PERUGOK MACAN MAYAO, Sanggau Kalbar, FORMALAK (Forum Mahasiswa Landak) Kalbar, Sekretariat Masyarakat Adat Dayak (SKAK-MAD) Kapuas Hulu, Kalbar.

Tanggal 6 Januari 2010 Forum facebooker Aliansi Penulis Dayak (APD) mengirim surat protes kepada redaksi www.kompas.com dan ditembuskan ke Dewan Pers, PWI dan AJI terkait pemberitaan portal kompas.com tersebut.

APD menyampaikan protes keras atas berita yang dimuat portal www.kompas.com tertanggal 30 Desember 2010. “Pernyataan Pro.Thamrin Amal Tamagola tersebut jelas merupakan fitnah, kabar bohong, rasis dan telah menimbulkan kebohongan. Kami sangat menyangkan www.kompas.com memuat pernyataan Prof. Thamrin tersebut tanpa melakukan cek, ricek dan tanpa mempertimbangkan akibat yang ditimbulkan dari pemberitaan tersebut,” tulis pernyataannya.

Menurut APD, pemberitaan tersebut telah melanggar UU Pers, UU ITE dan KEWI.

Sesuai Pasal 5 ayat (1) UU Pers Nomor 40 tahun 1999 yang berbunyi: “Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah”.

Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang berbunyi: “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Pemberitaan di rubric entertainment kompas.com tanggal 30 Desember 2010 tersebut juga melanggar Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia yang ditetapkan di Jakarta 14 Maret 2006. Yakni :

Pasal 3:Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
(Kompas.com tidak melakukan check and recheck tentang kebenaran informasi itu dan tidak berimbang).

Pasal 4: Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
(berita yang dimuat Kompas.com adalah bohong dan fitnah).

Pasal 8: Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani. (berita yang dimuat Kompas.com adalah bohong dan fitnah).

Pasal 10: Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.(Kompas.com tidak segera mencabut, meralat dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembacanya).APD meminta agar Redaksi kompas.com mencabut berita tersebut dan meminta maaf kepada masyarakat Dayak karena secara jurnalistik dan secara hukum berita tersebut telah melanggar UU Pers dan UU ITE.


Terkait pernyataannya yang kontroversial tersebut Prof. Dr. Thamrin meminta maaf.

Makin meluasnya protes dan kemarahan masyarakat Dayak di Indonesia nampaknya membuat Prof. Dr. Thamrin dengan berat hati harus meminta maaf. Abdon Nababan, Sekjen AMAN melalui milist adatlist@yahoogroups.com mem-fowardkan surat elektronik berisi klarifikasi dan permintaan maaf dari Prof. Dr. Thamrin Amal Tamagola. Berikut isinya.

Kepada Seluruh saudaraku warga masyarakat Dayak yang saya hormati, Pertama-tama dan yang paling utama dengan segala kerendahan hati saya memohon maaf yang sedalam-dalamnya telah menyinggung kehormatan warga Dayak dan adat-istiadatnya yang mulia. Sebagai penjunjung asas bhinneka tunggal ika saya berupaya bersama-sama banyak teman senusantara untuk memuliakan asas kebhinekaan sampai kapanpun.

Kedua, saya berkewajiban untuk mengklarifikasi apa yang sesungguhnya terjadi dan terucapkan dalam kesaksian saya di peengadilan kasus Ariel di Bandung, 30 Desember yang lalu. Adalah saya yang menawarkan diri lewat suatu acrara di TV One untuk menjadi saksi ahli yang meringankan. Tawaran itu saya berikan karena menurut pendapat saya, kasus Ariel itu menyangkut hak-pribadi dasar warganegara. Dengan bersaksi saya ingin menegakkan prinsip-prinsip dasar dalam hidup bermasyarakat dan bernegara-bangsa. Karena saya menolak imbalan dalam bentuk apapun untuk kesaksian yang saya berikan. Keluarga Ariel pernah menawarkab ‘fee’, akomodasi dan transportasi. Semuanya saya tolak. Dalam kesaksian saya, saya menekankan tiga nilai fundamental: kemajemukan, toleransi dan penghormatan atas keunikan suatu budaya.

Selama hampir 1 jam saya berupaya meyakinkan majelis hakim tentang penjunjungan ketiga nilai fundamental itu. Hakim Ketua, meminta contoh konkrit. Saya lalu mengacu pada temuan penelitian kualitatif saya sewaktu menjadi konsultan di Depertemen Transmigrasi tahun 1982-1983. Pennelitian kualitatif saya lakukan di Kalimantan Barat dan Papua Selatan. Pada masing-masing lokasi saya melalukan wawancara mendalam dengan 10 ibu-ibu usia subur sebagai informan saya. Kepada majelis hakim saya tegaskan bahwa atas dasar hanya 10 informant, temuan saya samasekali tidak dapat digeneralisasi terhadap semua puak dan warga Dayak. Paling banter, temuan itu hanya sebagai petunjuk-petunjuk sementara yang masih perlu diuji lagi.

Sewaktu berhadapan dengan wartawan di laur sidang, dengan bertubi-tubinya pertanyaan wartawan, saya samasekali tidak sempat menjelaskan secara detail seperti yang saya kemukakan di ruang sidang pengadilan. Saya sangat menyesal tidak menyiapkan penjelasan tertulis untuk dibagikan pada wartawan. Akhirnya yang termuat di media adalah kutipan sepotong-sepotong yang ‘out of context’. Sangat dapat dimengerti bila saudara-saudara saya warga Dayak sangat tersinggung dan marah oleh pemberitaan seperti. Saya sungguh-sungguh menyesal telah menimbulkan amarah, yang wajar dari seluruh warga masyarakat Dayak, dan untuk itu, sekali saya memohon maaf yang sebesarnya. Saya belajar banyak dari kesalahan ini dan berjanji pada diri saya, khususnya kepada seluruh warga masyarakat Dayak, dan umumnya kepada semua warga masyarakat adat nusantara, untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.

Semoga semua kita tetap rukun dan damai dalam kebhinnekaan nusantara kita. Salam kebhinnekaan.

Tamrin Amal Tomagola Pada Jum, 07 Jan 2011 14:38


Namun nasi sudah menjadi bubur, permintaan maaf melalui media saja belumlah cukup. Masyarakat dayak adalah masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat. Pernyataan profesor tersebut sudah melukai ratusan bahkan puluhan ribu hati masyarakat dayak,maka secara adat Beliau harus di hukum adat.

Menurut YP Laway, seorang professor adalah intelektual, berpangkat, terpandang, status beda jauh dengan masyarakat biasa. ”Karena salah nunjuk saka salah, kepangpang buruk/ngiring kora kepote, kotam kebubu. Maka apa yang disampaikannya sehingga melukai komunitas masyarakat maka dalam hukum adat bisa juga dianggap membutakan mata, memburukn hati, mencapa babahn, menikam hati mambar darah,” kata YP Laway, pemuka masyarakat yang berdomisili di Sandai. Karena itu, tak cukup dengan permintaan maaf melalui SMS/media massa. Karena adat Dayak itu hidup dikandung adat, mati dikandung tanah. Hidup bapamalu, mati bapamali. Jadi harus ada agah pandir tutur kata basungk adat pada masyarakat adat melalui para tetua petinggi adat. Baru adat cicil harisnya dengan maksud memberitahu bahwa acara beradat dan hukum adat selesai. Ia menjelaskan hukum adat dilakukan atas dasar: Fakta, realita, cepat, tepat, lugas dan tuntas. “Hukum adat tidak ada peninjauan kembali setelah basurungk adat maka dianggap beres keseluruhan,” kata pria yang akrab dipanggil Panglima Bunga. Ia menuturkan dengan melaksanakan hukum adat akan terjadi perdamaian tuntas antara Profesor Thamrin dengan masyarakat dayak. Masyarakat Dayak tidak lagi khawatir akan terjadi bencana alam, sakit dan penyakit karena hubungan sudah dipulihkan. Semangat sudah kembali keruang, dipulihkan berkat hukum adat. Maka, dengan Pak Profesor dan masyarakat Dayak jangan melihat untung dan rugi. Tetapi esensi yang terkandung di hukum adat itu harus dilihat. (http://www.pontianakpost.com)

Belajar dari kasus ini, maka sangatlah penting bagi kita yang mengaku sebagai seorang terpelajar untuk selalu mengutamakan asas praduga tak bersalah dan berhati-hati dalam memberikan pernyataan. Jangan sampai pernyataan kita justru memberikan keresahan pada masyarakat daripada memberikan ketenangan.

Kamis, Desember 30, 2010

Trip to Tanah Lot

Kamis, 30 Desember 2010.

Sekitar jam 10 pagi, Saya bersama dengan Natalina, Kadek dan Ibunya, bergerak menuju arah Barat Sukawati, atau arah Barat Daya pulau Dewata. Tujuan kami adalah Tanah Lot. yang terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri kab. Tabanan. Dari Sukawati, perjalanan sekitar 50 km, kami tempuh dengan waktu sekitar satu jam setengah dengan menggunakan sepeda motor.

Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura disana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha. (wikipedia )

Sampai di Tanah Lot, kami memasuki parking area khusus sepeda motor. Dengan biaya parkir sebesar Rp 2000/ sepeda motor, kita akan mendapatkan areal parkir yang luas untuk sebuah sepeda motor, yaitu sekitar 1m x 1,5 m. Di loket ini juga sekalian kita membeli tiket masuk untuk wisata Tanah Lot senilai Rp 7500 perorang, sebuah harga yang terjangkau untuk ukuran kantong wisatawan lokal berjiwa backpacker seperti saya.

Memasuki kawasan Pura, terlebih dahulu kita melewati jajaran toko-toko souvenir yang menjual beraneka ragam pakaian, aksesoris, lukisan, patung, dan juga hotel.

Kawasan wisata ini memang menyungguhkan pemandangan alam yang unik, dengan pantai karang yang terguras abrasi laut selama ratusan bahkan ribuan atau jutaan tahun, yaitu ukiran alam yang membentuk pola-pola lengkung di dinding-dinding batu. Tidak lupa tentunya saya mengabadikan gambar diriku dengan kamera brica kesayangan saya di sana.

Sore di Pantai Purnama-Sukawati

Sore kemarin, 29-12-10, saya berkesempatan mengunjungi Pantai Purnama di Sukawati. Pantai ini adalah pantai yang terdekat dengan rumah tempat saya menginap di Banjar Tameng Sukawati, hanya sekitar 10 menit menggunakan sepeda motor melalui jalan desa.Tiket masuk ke pantai ini tergolong sangat murah, hanya Rp 2000/ motor.

Pantai ini merupakan pantai berpasir hitam, dan di sebut pantai suci karena sering dilakukan upacara besar umat Hindu.

Ombak di pantai ini besar dan lumayan tinggi, ditambah dengan karakter pasir hitam memberikan tampilan air yang gelap dan seram, sehingga ngeri membayangkan untuk mandi di pantai ini. menurut teman saya Kadek, biasanya sabtu- minggu atau hari-hari libur pantai ini ramai di kunjungi oleh wisatawan lokal, anak-anak sekolah. Mereka biasanya mandi di sini, pada kesempatan kemarin saya juga menyaksikan seorang warga lokal ( bapak2) mandi tanpa busana di pantai ini.

Pada kesempatan ini, saya hanya bermain ombak di kedalaman 1/2 kaki alias sampai lutut. Meskipun demikian sesekali ombak besar mendatangi saya sampai ketinggian sepinggang, cukup membuat pakaian saya basah kuyub. Dari Pantai ini kita dapat menyaksikan Pantai Sanur di kejauhan barat daya dan Pulau Penida di arah timur.





Rabu, Desember 29, 2010

Menikmati indahnya Pantai Kuta

Hari Ketujuh di Bali...pagi-pagi sudah Hujan seperti kemarin juga. Planning sore ini bisa batal lagi nih.... Seperti pada hari ke-empat yang lalu juga batal karena cuaca.....

Dua hari yang lalu...saya berkesempatan main-main ke Pantai Kuta. Dari sukawati meluncur dengan supra menuju Denpasar. mendekati areal Kuta, suasana langsung berubah. Jalanan yang tadinya lenggang menjadi macet, juga rupa-rupa wajah manusia semakin bervariasi, dari wajah pribumi, asia, eropa, afrika, sampai amerika, lengkap semuanya bagaikan sepiring gado-gado. Dengan bersusah payah, termasuk pake jurus naik troktoar, akhirnya kami memasuki areal pantai. ternyata perjuangan belum berakhir, ternyata kami harus bersusah payah menemukan areal parkir yang bisa menyimpan 2 sepeda motor.

Setelah memarkirkan kendaraan, semua kelelahan bermotor selama satu setengah jam ( kalau tidak macet hanya sekitar 40-an menit saja kata Kadek ) terbayar sudah. Semilir angin yang berhembus tiada henti-hentinya memberi kesejukan di hati. pemandangan orang-orang yang beraneka ragam menikmati suasana pantai dengan beraneka ragam aktivitas, -berenang, foto-foto, berselancar, berselancar angin, berjemur, berlari, dll-, membuat suasana semakin ceria.

Kesempatan berkunjung ini saya nikmati dengan sepuas-puasnya. Berbaring menikmati matahari senja, berenang di pantai membelah deburan ombak yang bergulung tinggi, dan menikmati panorama pantai yang indah saya lakukan sampai matahari sembunyi di balik horizon.

Sungguh pengalaman yang berkesan bisa berada di sini. Semoga di lain waktu saya bisa kembali menikmati suasana ini.....







Sabtu, Desember 25, 2010

Hari ke tiga di Bali

Hari ketiga di Bali

Setelah hari pertama mengunjungi pasar seni Sukawati dan Pasar Senggol pada malamnya, pada hari kedua kemarin saya berkesempatan mengunjungi Pantai Sanur, tepatnya di Pantai Matahari Terbit. Kesan yang saya ihat di pantai ini adalah pantai yang sudah di reklamasi dengan karang buatan dari batu-batuan, namun tetap memberikan kesan alaminya. Aktivitas nelayan menebarkan jaringnya, perahu motor tempel, para wisatawan berendam, dan orang-orang berjemur di pantai, merupakan pemandangan yang lumrah untuk disaksikan di sini. Satu lagi, air laut di pantai ini sangat jernih, kontras sekali jika dibandingkan dengan kondisi di Ancol. Setelah dari pantai sauya sempat mampir mengunjung seorang Family dari tunangan saya di daerah Gianyar, di Asrama Denzipur. Selanjutnya pulang mampir ke Air terjun Tegenungan

Hari ketiga di Bali bertepatan dengan hari raya Natal. Pada kesempatan ini saya memanfaatkannya untuk misa di Katedral Denpasar, di Gereja Roh Kudus. Pengamanan misa Natal sangat ketat, mungkin karena adanya isu-isu Natal berdarah, untuk memasuki gereja kami harus antri dan melewati detektor logam yang di jaga oleh satuan Jihandak Brimob Polda Bali. Namun semua itu saya pandang sebagai hal yang kecil bila dibandingkan dengan kegembiraan natal bersama saudara seIman yang berkumpul dalam ekaristi suci.

Setelah selesai misa, sebelum pulang ke tempat Kadek di Sukawati, tempat saya menginap selama di Bali, saya mampir ke Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Badra Sandi, di Renon Denpasar. Lokasi momunen ini tidak terlalu jauh dari Katedral Denpasar. Di Monumen ini, di lantai tengah, kita bisa menyaksikan relief-relief perjuangan rakyat Bali, dan foto-foto sejarah kerajaan-kerajaan di Bali di lantai bawah. Di Lantai paling atas kita bisa menyaksikan pemandangan sekitar Monumen, serta bisa untuk berkontemplasi. Dari puncak ini juga terlihat jelas menara Katedral.

Sorenya saya berniat untuk melanjutkan perjalanan ke Tanah Lot. namun sayang cuaca yang kurang bersahabat, hujan, membuat rencana ini di batalkan untuk sementara waktu.

Minggu, Desember 19, 2010

Kejahatan bisa menimpa siapa saja, kapan saja , dan dimana saja

Sore tadi seperti biasa aku pergi makan ke warteg langgananku, di depan masjid di Salemba Bluntas. Ya sebagai anak kost, warteg adalah pilihan yang tepat (syukur Pemda DKI gk jadi mengenakan pajak warteg). Saat mendekati warteg, tepatnya di warung biru/burjo/intelnet, saya melihat teman saya sesama IFP Fellow, Harli, sedang sibuk memeriksa tasnya.
"habis dari mana bos " sapa ku...
" ini...di copet HP ku pulang dari Bogor.."
" Oh ya....simpan di mananya bang....."
"di saku.....dua-dua nya lagi "
"Ya udah.......aku makan dulu ya" sambung ku
" OK "
akupun berlalu, masuk ke Warteg. sementara dia terus sibuk memeriksa Tasnya, seakan berharap dia salah simpan dan HP tersebut ditemukan di antara barang-barang di dalam tasnya.

saat menikmati sayur asam dan semur ikan mas, dia datang menghampiriku

" ada bawa HP kau ?...pinjam dulu aku mau coba hubunginya "
"ada...ini...." kataku seraya meminjamkan HP ku.
beberapa waktu, dia terus mencoba menghubungi kedua nomor HPnya, yang tentu saja menurutku pasti sudah tidak aktif lagi karena pastilah si pelaku langsung akan mematikan HPnya begitu berhasil dia kuasai, atau bahkan membuang nomornya. Hal itu seakan sudah menjadi SOP bagi pelaku kejahatan, menghilangkan barang bukti.

" udah ngk aktif semuanya....."
" memang gitu biasanya bang.....kecuali pencurinya amatiran. Udah abang hubungi operator aja minta nomor yang sama...kan sayang nomornya" kata ku.
Dia pun berlalu kembali ke kostnya.

Aku pun melanjutkan makan ku, dan segera kembali ke kost juga setelah itu.

Memang....ternyata kejahatan itu selalu mengancam siapa saja dan kapan saja. Dia tidak peduli akan kondisi fisik kita, mau gagah, lemah, tak berdaya, atau super sekalipun. Satu yang pasti bahwa kejahatan akan mengambil bagiannya pada saat kita lengah dan ada kesempatan.

Mengutip Bang Napi" Kejahatan timbul bukan hanya karna ada niat sang pelaku, tetapi juga karena ada kesempatan. WASPADALAH....WASPADALAH..."

Senin, Desember 13, 2010

Hasil tes ketiga ITP-TOEFL

Slightly decrease, smoothly decrese. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan hasil tes ITP-TOEFL saya yang ke-3, setelah meningkat sebanyak 34 point dari placement test pada tes ke 2 menjadi 517, menurun sebanyak 4 poin menjadi 513. Seperti pada tes-tes yang lalu, bagian yang berkontribusi menurunkan skor saya adalah structure section. Kali ini saya hanya berhasil menjawab 22 pertanyaan benar dari 40 soal yang tersedia, dan hanya menghasilkan skor 47 poin. Untuk bagian listening agaknya kali ini cukup lumayan dimana saya masih berhasil benar 34 dengan skor 52. Sedangkan reading seperti biasa merupakan bagian penyelamat saya, 34 benar dibagian ini mendongkrak skor saya ke 55.

Perkembangan ini meskipun mengalami sedikit penurunan namun masih bisa membuat saya merasa tenang karena selain masih ada waktu untuk berbenah, minimal sekarang saya sudah tahu posisi kemampuan saya dalam berbahasa Inggris. Apapun alasannya, inilah kemampuan dan hasil usaha saya sampai saat ini. Namun target ke depan sudah pasti saya harus mampu mendapatkan skor di atas 550.

Bagaimana dengan teman-teman yang lain ? Kebanyakan teman-teman mengalami peningkatan hasil, meskipun ada juga yang turun. Lucu juga hari ini melihat berbagai ekspresi teman-teman, dari yang gembira, biasa-biasa saja, samapai yang merasa sangat sedih. Dari yang tertawa-tertawa, senyum-senyum, diam tenang-tenang, sampai yang "agak gila". Namun yang terpenting menurut saya, mengutip pernyataan rekan Umar Werpete, " Lebih baik pulang kampung setelah PAT dalam kondisi bodoh daripada menjadi gila". Artinya, usaha sudah kita berikan, perjuangan telah dilakukan, maka apapun hasilnya maka harus kita terima dengan lapang dada dan penuh syukur karena Live must go on.

Minggu, Desember 12, 2010

Catatan Perjalanan ke TMII

Akhirnya setelah dormant selama 2 hari sejak Jum'at kemarin, hari ini saya keluar dari kost-anku tercinta di Murtadho. Setelah makan siang, jam 14.00 WIB, bersama Wardah dan Nela, saya berangkat menuju TMII dengan rute Salemba UI-PGC (Busway), kemudian nyambung mikrolet T 02 jurusan Cililitan-Cilangkap, turun di gerbang 3 TMII.

Sesampai di TMII, setelah membawar tiket @ Rp 9.000;, kami langsung menelusuri ruas-ruas jalan, melewati Museum Olahraga, Museum Telekomunikasi, beristirahat sebentar di Desa seni dan Kerajinan untuk ke kamar kecil. Wah, ternyata setelah 4 tahun lebih tidak ke TMII tarif kamar kecil juga sudah naik 300%, menjadi Rp2000/"transaksi".

Awalnya kami berencana untuk berkeliling TMII dengan sepeda, namun karena tidak ada sepeda yang gandeng 3 ( alasan yang mengada-ada kayaknya) maka kami memutuskan berjalan kaki. selanjutnya kami menuju Tugu Api Pancasila. Di sini kami mengambil beberapa foto-foto, dan yang lucu adalah si Wardah mengajak badut berfoto. Ternyata setelah berfoto si badut minta bayaran....hahaha keluar deh uang 2000 lagi.

Selanjutnya kami berjalan ke arah Utara, melintasi stasiun sky lift ke arah anjungan-anjungan provinsi. Diantaranya kami singah untuk ambil foto-foto di Anjungan Jambi, Riau, SumBar, Sumut, Aceh. Sesampai di Anjungan KalBar,kami berkunjung ke Rumah Betang, rumah adat suku Dayak, dan menonton anak-anak Sanggar Borneo Khatulistiwa sedang latihan tari tradisional kreasi. Di anjungan Kalbar, saya menemui kepala anjungan, Bang Juki, untuk menanyakan tentang program latihan menari tradisional. Dari beliau sada memperoleh informasi bahwa latihan tari Dayak diadakan setiap kamis dan minggu sore. Wah asyik juga nih kayaknya kalo gw ikutan latihan 1 tari tradisional, bisa unjuk kebolehan nanti di luar negeri. Fortunately, ternyata gw bisa ikut latihan di sana.Berhubung hari sudah menunjukkan jam 5 sore, kami memutuskan untuk segera pulang karena kami masih akan mampir ke tempat kadek di Kramatjati.

Sesampai di Kramatjati, Kadek sudah menunggu. Kami berjalan kaki menuju tempat tinggalnya yang berjarak sekitar 10 menit perjalanan. Dalam perjalanan kami singgah dulu di Masjid untuk menunggu Wardah yang menunaikan sholat magrib. Sesampai di tempat Kadek, kami di sambut dengan hangat oleh keluarga beliau. Cerita punya cerita, ternyata si Wardah ketemu sesamo orang Palembang. Istri yang punya rumah ternyata orang Bali yang dari kecil sudah tinggal di daerah sekitar Palembang. Setelah ngeteh, makan, dan ngopi, kami terpaksa pamitan pulang ke kost lagi karena takut kehabisan busway, angkutan murah meriah bagi para Fellow Elect.

Meskipun sempat terpisah busway dengan Wardah, akhirnya kami sampai di halte UI pada waktu yang hampir bersamaan. Ternyata wisata ke TMII itu hanya murah biaya masuknya saja ya...semua yang ada di dalamnya ternyata harus bayar, kecuali lihat-lihat anjungan.

Sabtu, Desember 11, 2010

Bahasa-ku, Bahasa-mu, Bahasa kita ?

Tak serasa ternyata sudah sejak 16 April 2010 blog ini tidak pernah kuhiasi dengan catatan apapun. padahal setial online blog ini selalu muncul di browserku karena memang kuseting sebagai default page.

Malam minggu ini kucoba membuka bagian posting dengan log in di dasboardnya blogspot, malwan semua penyakit lamaku yang memang malas menulis. Oh ya memang sejarah blog ini muncul karena aku ingin sekali menang melawan diriku, aku ingin juga meninggalkan jejak di dunia ini.

Sekarang bulan ketiga aku berada kembali di Jakarta, tepatnya di Salemba untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris di LBI UI. Bersama dengan 50 orang teman Fellow Elect dari seluruh Indonesia kami berkumpul bersama dalam kawah candradimuka, LBI UI, untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Ingris kami agar bisa melanjutkan studi Master di luar negeri. Loh, kok tidak bisa Bahasa Inggris bisa dapat beasiswa ? Mungkin pertanyaan itu akan muncul dari sebagian besar orang yang menganggap bahwa kemampuan berbahasa Inggris merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan beasiswa ke Luar Negeri. Namun tidak demikian dengan beasiswa IFP (International Fellowship Program ) yang di gagas oleh IIEF ( http://www.iief.or.id ) dengan sokongan dana dari Ford Foundation. Bagi IIEF, kemampuan bahasa Inggris seseorang bisa diasah dan ditingkatkan, dan ini sudah mereka buktikan pada cohort-cohort sebelum kami (1-8). Yang terpenting menurut IIEF adalah komitmen sosial dari pribadi terpilih dan sepakterjang yang sudah dilakukannya bagi masyarakat sekitarnya serta visi ke depannya merupakan faktor utama yang menjadi dasar terpilihnya saya bersama teman-teman dari seluruh Indonesia ini. Kekurangmampuan dalam Bahasa Inggris yang kami miliki saat ini bukan karena kami tidak bisa, tetapi lebih kepada kurangnya kesempatan yang kami miliki untuk memiliki kemampuan itu. Untuk alasan inilah maka sejak tanggal 4 Oktober 2010 lalu kami di gembleng di LBI UI, sebagai ajang pembuktian bagi diri kami. Untuk tahap pertama kursus ini akan berakhir pada 22 Desember 2010, dan akan dilanjutkan kembali pada 4 Januari 2011 s/d 28 Maret 2011.

Menjelang liburan Natal dan Tahun Baru ini, ternyata rasa bosan dan malas mulai menggerogoti hati kami. Hanya satu yang bisa membuat kami tetap semangat, yaitu semangat bahwa kami BISA jika kami di beri kesempatan.

Banyak lagi yang mau kutulis di sini, tapi sulit rasanya mau memulai dari mana dan bagaimana merangkainya menjadi kalimat-kalimat yang indah dan utuh. Mudah-mudahan nanti akan aku ceritakan lagi yang lebih detailnya. Sudahlah, aku mau istirahat saja dulu malam ini. Besok pagi rencananya mau ke TMII, sekalian misa pagi di sana.

Kamis, September 03, 2009

Mencoba menikmati pekerjaan lama di tempat baru....

Wow.gak terasa sudah hampir sebulan ini saya bertugas di SMKN 1 Sengah Temila...sejak pembagian SK CPNS tanggal 4 Agustus 2009 lalu. Terletak di Jalan Raya Senakin, berhadapan dengan SMPN 1 Sengah Temila, dan berjarak 55 KM dari Kota Ngabang. Itulah tempat tugas saya yang baru.

Masih menekuni profesi sebagai seorang Guru yang telah saya mulai sejak 3 tahun lalu di SMA Santo Paulus Pontianak. Di SMK ini saya mengasuh mata pelajaran Kimia....dan Juga mata pelajaran KKPI (Kecakapan Komputer dan Pengolahan Informasi ). Meski dengan sarana dan prasarana yang sangat tidak memadai, namun saya mencoba untuk mencintai dan menikmati pekerjaan disini. Tidak ada lab kimia......Tidak ada lab komputer...bahkan harus berhadapan dengan siswa/siswi yang hampir 100 % tidak pernah kenalan dengan "makhluk" yang bernama komputer. Dan inilah tantangan sebagai seorang pendidik menurut saya.....

Berharap selalu dan berdoa untuk semakin menjiwai pekerjaan ini. Amin

Kamis, Juli 09, 2009

Internet dari rumah.....

wah...gak terasa sudah tiga tahun gw kerja di Pontianak....di SMA Santo paulus dan STMIK Widya Dharma...Now...saatnya pulkam untuk mengabdi pada tanah kelahiran....ce ileh....Dan saat ini juga tidak ada lagi fasilitas internet gratis seperti di Pontianak....But live must be continue......akhirnya hari ini gw pasang speedy...inilah posting pertama...semoga gak banyak masalah....

Senin, Juni 15, 2009

POSTING BUAT TANGGAL 30 MEI 2009: KEHILANGAN MEMBUAT KITA MENGERTI ARTI KE-ADA-AN

Akhirnya postingan ini sempat gw postingkan juga.

Hari ini...2 hari setelah hari ulang tahunku yang ke 25...menjadi hari yang juga mungkin sulit untuk aku lupakan. karena pagi ini aku mengawali hari dengan harus kehilangan Laptop kesayanganku Acer Aspire 4310 No Seri : LXAHU0C009728049D12000 dan HP Nokia seri...(gw lupa bro ). Kejadian bermula saat teman saya pergi joging jam 05.30...karena saya ada di dalam kamar maka pintu tidak di kunci....saat dasya bangun jam 06.30 saya menyadari HP saya di samping badan saya sudah tidak ada...saya tanya dengan teman saya yang pulang joging, dia kaget karena katanya saat pulang joging HP pintu sudah terbuka...dan HP dia juga hilang. Akhirnya aku sadara Laptop aku juga sudah hilang dari atas kepala ku...sungguh menyedihkan.....

Jumat, Mei 29, 2009

UNFORGETABLE MOMENT FROM MY STUDENT

Hari ini, menjadi hari terakhir secara formal saya mengajar di SMA Santo Paulus...Karena besok ternyata libur...buat persiapan ulangan umum. Tadi pagi saat mengajar Kimia Terapan di Kelas XI IPA A, saya menyampaikan teknik-teknik penulisan laporan hasil praktek pembuatan biodiesel dan juga asistensi laporan akhir yang sedang mereka buat. Saat 30 menit terakhir, ternyata saya memperoleh kejutan dari mereka....ya mereka membawakan cake ulangtahun untuk saya...jujur ini adalah cake pertama bagi ulangtahun saya....cake pertama dalam 25 kali saya berulangtahun. Meraka juga memberikan saya satu gulungan karton merah muda yang ditulisi dengan kalimat-kalimat gaya mereka buat saya. Akhirnya karena memang materi untuk Kimia Terapan sudah selesai maka setelah acara tiup lilin...(lilinnya susah di tiup, habis di tiup nyala lagi), saya memotong dan membagikan cake tersebut buat semua anggota kelas.............Selanjutnya saya menyampaikan kisi-kisi soal ulangan umum.

Sungguh, ini merupakan pengalaman yang tidak terlupakan bagi saya...terimakasih para anak-anakku...terimakasih atas semua kenangan yang telah kalian berikan. harapan saya semoga kalian kelak dapat menjadi orang-orang yang sukses....dan jangan lupa untuk selalu dekat dengan Sang Pencipta. Wish U all...................................

Kamis, Mei 28, 2009

25 Tahun hadirku di dunia

Mengutip yang aku tulis di Facebook-ku

"Hari ini...tepat 25 tahun hadirku di dunia ini......Aku kadang bertanya....apa yang sudah kuperbuat demi dunia sehingga kelak dunia bisa mengenangku, tentunya dalam hal yang positif....sepertinya masih terlalu jauh untuk menuju ke arah itu....tapi aku harus punya suatu obsesi....Thanks God for my life, past, now, and for the future. AMIN"

Perjalanan waktu kita di dunia, sudah ditentukan semenjak kita belum hadir di dunia ini. Menjadi suatu permenungan bagi diriku...apakah aku sudah menjalankan sesuai dengan yang di skenariokan oleh Sang Sutra Agung kepadaku.......Ataukah aku sudah menjadi aktor yang gagal dalam menjalankan skenario yang telah ada bagi diriku...atau tanpa sadar aku telah menjadi aktor yang sukses, aktor yang layak mendapatkan Amy Award....hahaha hanya Dia Yang Maha Tahu yang tahu.

Di usia yang ke-25 ini....artinya sudah 25 tahun aku eksis di dunia....tapi apakah dengan ke-eksis-anku di dunia ini, aku telah eksis membuktikan ke-ada-an ku...Ataukah aku hanya menumpang untuk ada, sementara waktu saja. dan bila waktunya tiba...maka duniapun melupakan aku.


Ke depan...perjalanan masih panjang....pikiran seorang yang optimis. Masih ada waktu untuk menunjukkan ke-ada-an ku...masih ada waktu untuk menunjukkan bahwa aku pernah ada di jagad ini...artinya masih banyak yang harusku perbuat di dunia ini....sehingga dunia bisa mengenang, kelak mungkin, bahwa seorang Emilius Sudirjo pernah ada di dunia ini. Amin

Selasa, November 25, 2008

Kebiasaan memakai Helm sebaiknya di mulai sejak usia dini

Tadi pagi pas berangkat ke tempat kerja....seperti biasa aku melewati Jalan Protokol yang terkenal di Pontianak. Disana memand sudah 3 bulanan ini di pasang traffic corn buat jalur khusus sepeda motor....enak juga rasanya meskipun tidak jarang banyak orang yang keluar dari jalur ini. Ditengah kepadatan lalulintas pagi ini...banyak para orang tua yang mengantar anak-anaknya ke sekolah. Apa yang spesial menurut saya adalah ternyata memang kebudayaan untuk bisa berdisiplin itu dari lingkup yang paling kecil memang kurang diperhatikan. Bayangkan saja para orang tua yang mengantar anak-anaknya ke sekolah tidak membiasakan anak-anaknya yang masil kecil (TK/SD/SMP) untuk memakai helm. kalo ditanya alasannya klasik, " merekakan masil kecil". lalu saya berpikir...trus kalo mereka masih kecil memangnya kepala mereka lebih keras ya daripada orang dewasa ???? Bukankah secara logika mereka yang masih kecil membutuhkan pengamanan yang lebih ekstra, butuh helm. Toh kalo terjadi kecelakaan tidak akan pilih kasih, bahwa yang masih kecil kepalanya pasti aman.

Ya, memang hal ini bagi banyak orang adalah masalah sepele. tapi menurut saya justru ini yang paling penting. Kenapa? Karena kalo mereka dari kecil dibiasakan untuk disiplin, maka niscaya saat mereka sudah dewasa sikap disiplin itu akan terbawa terus. jadi kampanye pemakaian helm menurut saya juga bisa di mulai sejak dini. Bukankah pendidikan usia dini sekarang sedang digalakkan oleh pemerintah kita?

Senin, November 24, 2008

Makna Sebuah Kebakaran, refleksi dari kejadian 15 November 2008 di SMA Santo Paulus

Mendengar kata kebakaran kita sering membayangkan kejadian yang sangat menyedihkan, memilukan, bahkan meluluhlantakkan semua benda yang terbakar. Ya itulah yang hampir terjadi dengan SMA Santo Paulus Pontianak pada sabtu siang kemarin ( 15 November 2008 ) sekitar pukul 11.25 WIB. Kepulan asap hitam yang keluar dari ruang Lab Komputer C membuat panik para siswa yang masih berada di lantai 2 dan 3 gedung SMA. Mereka berhamburan keluar dari ruang kelas menyelamatkan diri. Namun kebanyakan dari mereka setelah sampai di luar malah asyik menyaksikan pemandangan yang langka tersebut, rtanpa tahu harus berbuat apa. Mereka hanya tahu bahwa api tersebut berbahaya, tapi bagaimana menjinakkan si Jago merah tersebut mereka "bodoh".

Siang itu saya baru saja selesai makan siang di kantin Bu Yus yang berada di samping depan gedung lab yang terbakar, tepatnya di pojok kiri depan. Saat melihat para siswa menengadah ke atas ke arah gedung komputer, saya yang baru mau kembali ke ruang guru juga ikut melihat ke arah pandangan umum tersebut. Ternyata asap hitam yang keluar dari ventilasi ruangan yang terbakar tersebut bagaikan semburan asap pabrik pembakaran batu bata di sekitar Bandung. Hitam pekat, sangat hitam dan penuh partikel padat. saya langsung masuk dengan tenang menuju ruang rugu, di sana saya langsung mengambil tabung pemadam kebakaran yang masih bergantung dengan tenangnya. saya bawa tabung tersebut menuju lantai 2, ka arah ruangan yang terbakar. Di sana sudah ada Pak Sutaryo yang mencoba memadamkan api dengan menyemprotkan cairan pemadam melalui pintu yang sudah didobrak. juga tampak puluhan siswa yang membantu mengangkut air untuk memadamkan api tersebut.saya pun langsung bergabung dengan mereka ikut menyemprotkan tabung yang saya bawa, sampai habis. Tapi apa yang terjadi, asap tetap saja tebal, karena memang kami tidak tahu apa yang kami semprot.....seluruh ruangan hanya tampak hitam.....mungkin pikir saya black hole sudah pindah ke sini. Total sudah habis tiga tabung yang kami semprotkan, tapi tidak ada perubahan.

Sayapun turun ke bawah menuju bagiaan belakang gedung, di sana saya melihat ada tangga yang dapat mencapai lantai 2, dan kebetulan jendela ruangan tersebut terbuat dari kaca. maka dengan di bantu oleh Onix, karyawan SMA St. Paulus, saya memanjat ke lantai 2 gedung tersebut, lalu jendela kaca tersebut saya pecahkan. Brakkkkkk.... begitu kaca di pecahkan semburan asappun keluar hingga membuat saya kaget dan reflek menunduk. sesaat kemudian sumber api langsung terlihat....2 buah monitor sedang terbakar...bagaikan nyala api unggun saat acara pramuka. nyalanya membumbung sampai menyentuh flapon triplek di atasnya. saya lalu menyemprotkan api tersebut dengan slang yang di pasang ke kran oleh Onik, tapi tidak banyak membantu, karena airnya sangat kecil. Lalu saya minta pak Arif....untuk mengambil tabung pemadam yang masih ada di Lab Kimia....kemudian sumber api tersebut dapat di padamkan sekitar pukul 12.00 WIB. Namun asap pekat masih banyak di dalam ruangan....saya lalu memecahkan 2 kaca jendela lagi sehingga asap banyak yang keluar. Sesaat kemudian datanglah unit pemadam kebakaran yang di hubungi oleh pihak sekolah, saya tidak tahu persis siapa yang menghubunginya....lalu mereka menyemprot dari arah pintu depan untuk memastikan api benar-benar padam.

Suasana saat itu cukup panik.....semprotan air dari pemadam kebakaran tersebut membuat basah seluruh ruangan tersebut....termasuk 48 unit monitor dan Office Station serta komputer server yang belum terbakar juga menjadi basah. Juga ruang Tata Usaha yang berada persis di bawah Lab ikut kebagian banjit kiriman dari lantai atas. Setelah asap benar-benar hilang, dengan di bantu oleh para siswa seluruh komputer di angkut ke perpustakaan dan juga arsip2 di ruang TU juga di pindahkan ke tempat yang lebih aman.

Apa yang sangat terasa saat kebakaran itu adalah menurut saya telah terjadi suatyu interaksi sosial yang baik antar warga sekolah...baik guru dengan karyawan maupun para siswa/i ikut bahu membaha bekerja tanpa perlu di paksa....tapi dengan satu visi dan misi....sekolah kami harus selamat. Dan memang itulah yang terjadi....kami membereskan sisa kebakaran sampai sore....dan pada malamnya acara penutupan pesta ulang tahun sekolah tetap dilangsungkan. Dalam kata sambutannya Bruder Aloysius, ketua yayasan YPSB mengatakan bahwa kebakaran mempunyai dua makna yaitu makna sebenarnya yang menghanbcurkan apa saja yang terbakat...dan makna kedua yang saya rasa penting menjadi refleksi kita bahwa kabarakan dapat mengubah bentuk....yang keras menjadi lembut dan "kebakaran" di dalam dada berupa api semangat dapat membuat kita menjadi lebih maju.

Kamis, Mei 15, 2008

HAL-HAL YANG DIDAPAT DARI GREEN FESTIVAL(AKSI MENYELAMATKAN BUMI)

Ini aku publish ulang dari milis KAPA FTUI
"Semoga dengan ini kita bisa lebih bijak lagi dalam menjaga planet kita yang tercinta ini dengan pola hidup hemat di segala bidang, karena sampai saat ini hanya inilah tempat yang layak untuk kehidupan manusia....Semoga.."
A I R
01. Pemakaian air kita :
Sikat gigi : dengan keran, 1 menit = 6 Ldengan gelas = ½ L
WC flush : single flush = 6 L dual flush = 3 L
untuk buang air kecil, tekanflushing kecil untuk buang air besar tekan flushing besar
Cuci mobil : dengan ember = 75 L dengan selang = 300 L
cuci mobil/siram tanaman dengan selang selama 30 menit= 180 L
Mesin cuci : front loading = 100 L top loading = 150 L
Cuci piring : keran (15 menit) = 90 L baskom = 45 L
02. Keran / WC bocor, per hari membuang air sia-sia 100 L
03. Rata-rata pemakaian air di Indonesia, per orang per hari 144 L = 8 galon, sedang di kota per orang perhari 250 L = 13 galon
04. Pemakaian toilet shower lebih irit air daripada gayung
LISTRIK
01. Matikan alat listrik saat tidak digunakan. Jangan biarkan alat listrik berada pada kondisi standby, lepaskan kabel dari stop kontak. Gunakan stopkontak dengan tombol on / off agar tidak perlu repot mencabut/memasang kabel.
02. Pada kondisi stand by, alat elektronik masih menggunakan listrik sebesar 5 watt. Membiarkan TV,computer, tape, DVD player pada kondisi stand by selama 8 jam/hari berarti :- melakukan pemborosan listrik sebesar 160watt/jam/hari- memboroskan uang sejumlah Rp. 35.000,- / tahun- memboroskan emisi 43 kg CO2 / tahun
03. Hematlah listrik terutama pada pk. 17.00 sampai 22.00 karena pada saat itu semua peralatan listrik pada umumnya dipakai.
04. Pakailah lampu hemat energi jenis CFL yangditandai dengan lpw (lower per watt). Semakin tinggi lpw nya, semakin effisien lampu tersebut. Pilih lampu CFL dengan lpw lebih besar untuk watt yang sama
KOMPUTER
01. Monitor komputer : jenis LCD lebih hemat energi daripada jenis CRT. Jenis LCD : memerlukan 40 watt dan 3 watt saat stand by Jenis CRT : memerlukan 120 watt dan 20 watt saat stand by
02. Lap top lebih hemat energi daripada PC. Lapt top memerlukan 60 watt sedang PC 200 watt bahkan lebih untuk merk tertentu.
03. Matikan printer jika tidak digunakan
A C (AIR CONDITIONER)
01. Pemakaian AC Ruangan A C Daya10 – 14 m2 ½ PK 400 – 600 watt14 – 18 m2 ¾ PK 600 – 900 watt16 – 24 m2 1 PK 900 – 1.200 watt24 – 36 m2 1 ½ PK 1.200 – 1.900 watt36 – 48 m2 2 PK 1.900 – 2.700 watt
02. Pakai AC dalam ruangan tertutup agar energi tidak terbuang percuma.
H P(HANDPHONE)
01. Saat mengisi ulang baterai HP, hanya 5%energi listrik yang masuk ke HP, yang 95% terbuang percuma. Kurangi pemborosan listrik dengan segera mencabut charger jika baterai HP sudah penuh.
KERTAS
01. Kurangi sampah dengan mengurangi penggunaan kertas untuk menyelamatkan hutan. Setiap hari sampah kertas di dunia berasal dari 27.000 batang kayu.
02. Pada jaman elektronik ini, penghematan kertas dapat dilakukan dengan mengirim berita-berita maupun undangan lewat internet/email.
03. Pakai kertas dengan 2 sisi (bolak-balik) .
04. Kertas yang telah dipakai 2 sisi (bolak-balik)dan sudah tak terpakai lagi, kumpulkan dan berikan pada pemulung untuk dijual sebagai bahan kertas daur ulang.
05. Pakai lagi amplop dengan membaliknya, hal itu tak akan mengurangi rasa hormat anda pada penerima surat anda.
06. Pilih isi ulang pulsa dengan yang elektrik bukan gesek untuk menghemat penggunaan kertas.
BBM / GAS EMISI
01. Pilihlah produk dalam negeri. Produk yang diimpor akan menghabiskan emisi CO2 untuk pengangkutannya.
02. Mengemudilah dengan benar (eco driving) agarhemat bahan bakar dan mengurangi emisi CO2. Caranya :- tidak mengemudi dengan agresif- pindah ke transmisi yang lebih tinggi secepat mungkin dan jangan terlalu cepat saat pindah ke gigi yang lebih rendah.
03. Buat janji untuk pergi bersama dengan keluarga atau teman untuk menghemat BBM, jangan pergi sendiri-sendiri jika arah tujuan sama atau sejalan.
04. Bepergian dengan kendaraan umum sangat menghemat BBM karena dapat membawa banyak penumpang(bis, kereta api) dibandingkan dengan mobil pribadi.
05. Berjalan kaki atau bersepeda dapat menyelamatkan bumi, disamping itu sangat baik untuk kesehatan.
UNTUK APA MENANAM POHON ?
- pabrik oksigen bagi mahluk hidup
- penyerap polusi udara
- penyerap gas CO2 sehingga mengurangi pemanasanglobal
- akarnya berfungsi menyerap air hujan sehinggamembantu kita terhindar dari banjir di musim hujan dankekeringan di musim kemarau
- pepohonan yang rindang dapat berfungsi sebagai AC alami karena dapat menurunkan suhu udara disekitarnya
- memanfaatkan lahan tidur
Bayangkan kerugiannya jika pohon ditebang. Pakailah bambu sebagai pengganti kayu
GAS RUMAH KACA
Adalah gas dari atmosfer yang berfungsi SEPERTI panel kaca yang ada di rumah kaca. Tugasnya,menangkap energi panas matahari supaya tidak terlepas kembali ke atmosfir. Yang termasuk kategori gas rumahkaca adalah CO2 (carbon dioksida), NO2 (dinitrooksida) dan CH4 (metana). Tanpa kehadiran gas-gas ini,panas akan menguap ke angkasa kembali dan temperatur rata-rata bumi menjadi 63o F (33o C) lebih dingin.
EFEK RUMAH KACA BUKAN karena gedung/rumah berkaca. CO2 dihasilkan karena pembakaran bahan bakar fosil(minyak bumi dan batu bara). Pemakaian pupuk kimia juga berpotensi menghasilkan gas metana (CH4).
PEMBOROSAN PENYEBAB GLOBAL WARMING.
- boros tissue = pohon habis untuk bahan baku =penyebab global warming
- pakai pendingin elektronik berlebihan = borosBBM = penyebab global warming
- boros plastik = boros minyak bumi (bahan pembuat plastik) = penyebab global warming
- boros lampu = boros energi = penyebab globalwarming
- barang impor = butuh BBM banyak untuk mengangkut= penyebab global warming
- boros menggunakan AC = boros energi = penyebabglobal warming.
TANGKAP AIR HUJAN dengan cara :
- buat sumur resapan atau sumur biopori
-buat bak penampung air hujan
- tanam pohon
Tampung air hujan dan gunakan untuk menyiram tanaman,menyikat kamar mandi, mengepel, dll
MEMBUAT SUMUR BIOPORI
1. gali lubang bentuk silinder, diameter 10 - 30cm, kedalaman 80 - 100 cm (boleh kurang jika muka air tanah dangkal)
2. jarak antara lubang yang satu dengan yang lain 50 - 100 cm.
3. isi lubang dengan sampah organik (sampah dapur,daun, rumput). Tambah terus sampah organik jika isi lubang berkurang akibat pembusukan
4. perkuat mulut lubang dengan memasukkan paralon(10 cm) dan pinggir mulut lubang disemen agar tidak longsor
5. tutup dengan “loster” atau tutup saluran WC agar tidak membahayakan anak-anak
Sumur biopori, cara mudah untuk :
1. mengatasi banjir karena meningkatkan daya resapan air
2. mengatasi sampah karena dapat mengubah sampahorganik menjadi kompos
3. mengurangi emisi dari kegiatan mengkompos sampah organik
4. menyuburkan tanah
5. mengatasi masalah timbulnya genangan air penyebab demam berdarah dan malaria
DAPUR
1. Hindari pemakaian sumpit sekali pakai dan sedotan (hanya dipakai 3 menit) agar tidak menambah jumlah sampah. Pakailah sumpit yang setelah pakai dapat dicuci dan digunakan lagi.
2. Cuci dan gunakan kembali peralatan makan setelah dipakai untuk acara kemudian. Jika kondisinya sudah buruk dan terpaksa dibuang, bersihkan dulu dari sisa makanan, lalu berikan pada pemulung.
3. Habiskan makanan yang ada dipiring untuk mengurangi sampah.
4. Hindari membuang air minum yang tersisa digelas/botol. Gunakan untuk menyiram tanaman, mencucitangan, dsb Usahakan menghabiskan minuman anda.
5. Aneka jenis tissue diproduksi dari serat kayu dan tidak dapat didaur ulang. Gunakan lap/serbet yang bisa dipakai berulang kali untuk lap piring, serbet makan,lap meja, dll
6. Kantong teh celup terbuat dari bahan yang sulit hancur. Pilih teh bubuk dan bukan teh celup
7. Jangan biarkan magic jar menyala selama 24 jam sehari. Segera matikan setelah nasi atau masakan matang. Nyalakan hanya sesaat ingin memanaskan nasi atau makanan
8. Minyak goreng dibuat dari kelapa sawit.Keberadaan kebun kelapa sawit telah mengubah wajah hutan alam di Indonesia. Berhematlah menggunakan minyak goreng untuk menyelamatkan hutan kita danmengurangi emisi. Hutan gambut menyerap emisi karbon lebih besar dari hujan
9. Pilih sabun atau shampoo berukuran besar, bisa diisi ulang. Selain lebih ekonomis, kita juga bisa mengurangi sampah kemasan
10.Kulkas yang kosong lebih menghabiskan listrikdaripada kulkas yang penuh.
Jakarta, Parkir Timur Senayan18 “ 20 April 2008.Sr. Philomene PK - Sr. Marietta,PK - Sr. Agustina,PK- Sr. Monica, PK

Senin, Februari 04, 2008

Minggu yang melelahkan

Akhirnya berakhir juga minggu yang melelahkan kemarin........ biasanya setiap minggu sehabis misa saya bisa istirahat, nonton tv n tidur-tiduran. Tapi kemarin minggu dari jam 8 pagi sampai jam 1 siang kami dosen-dosen di Widya Dharma mengikuti pelatihan dosen tentang penyusunan kurikulum dan SAP. Penyampai materinya adalah Dr. M Tajudin Nur, M.Si dan Ibu Dra. Hj. Rini Sulistyawati, M.Si dari FKIP UNTAN. Di sesi pertama pelatihan ini kami di jelaskan mengenai dasar-dasar penyusunan kurikulum berbasis kompetensi, menyusun silabus dan menyusun SAP (Satuan Acara Perkuliahan). Selanjutnya di sesi 2 oleh ibu Rini kami dijelaskan mengenai metode-metode pengajaran yang baik dengan sistem PAIKEM(Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan). Beberapa metode yang di sampaikan adalah Metode pembelajaran langsung, Metode Cooperative Learning, dan Metode Problem Based Learning.

Setelah pelatihan, sorenya jam 3 saya masih harus melatih karate di Ranting INKAI SMU St.Paulus. Latihan kali ini lebih kami fokuskan pada persiapan untuk ujian kenaikan tingkat pada tanggal 16-17 Februari 2008 nanti. Setelah latihan saya langsung ke Aula SMP Gembala Baik Ptk untuk mengikuti rapat panitia Paskah Paroki Santa Sesilia sampai jam 10 malam.......dan finaly semuanya selesai sudah.............