Kamis, April 15, 2010

MEMBUAT BIOGAS SEBAGAI SUMBER ENERGI PENGGANTI MINYAK TANAH BAGI MASYARAKAT PEDESAAN

Dewasa ini sering kita melihat dimedia massa, baik cetak maupun elektronik, antrian panjang masyarakat mengantri dan rebutan minyak tanah.hal ini semakin menjadi semenjak mulai berlangsungnya program konversi minyak tanah ke gas elpiji yang dilakukan oleh pemerintah. Mengapa hal ini bisa terjadi ? !. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat akan sumber-sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga, termasuk faktor keamanan dalam penggunaannya. Sehingga masyarakat menjadi begitu takut untuk beralih dari sumber energi yang selama ini mereka gunakan ( minyak tanah ) ke bentuk sumber energi lain. Padahal pada kenyataannya ada begitu banyak sumber-sumber energi alternative yang dapat dimanfaatkan, terutama bagi masyarakat kita di pedesaan. Salah satunya adalah biogas.

Mungkin para pembaca masih ada yang asing dan bertanya-tanya apa sih yang dimaksud dengan biogas itu? Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organic oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen ( anaerob). Komponen biogas adalah gas metana (CH4) + 60 %, karbondioksida (CO2) + 38 %, sisanya 2 % terdiri dari N2, O2, H2, dan H2S. Biogas dapat dibakar seperti halnya gas elpiji, dalam skala besar biogas bisa digunakan sebagai pembangkit energi listrik. Sumber utama energi biogas adalah kotoran ternak sapi, kerbau, babi, kuda. Berikut diberikan kesetaraan energi yang dihasilkan setiap 1 m3 biogas terhadap sumber energi lain.

Elpiji

0, 46 kg

Minyak Tanah

0,62 liter

Minyak Solar

0,52 liter

Bensin

0,80 liter

Gas Kota

1,50 m3

kayu Bakar

3,50 kg

Potensi ekonomis biogas sangat besar, hal ini mengingat 1 m3 biogas dapat digunakan setara dengan 0,62 liter minyak tanah. Disamping itu pupuk organik yang dihasilkan dari proses produksi biogas sudah tentu mempunyai nilai ekonomis yang tidak kecil pula. Kotoran ternak dari 2-3 ekor sapi/kerbau, atau 6 ekor babi bisa menghasilkan 4 m3 biogas perhari ( setara dengan 2,5 liter inyak tanah ). Jadi dengan harga minyak tanah Rp. 4000/liter saat ini, masyarakat bisa menghemat Rp. 10.000/ hari atau Rp. 300.000/bulan atau sekitar Rp. 3.600.000/tahun. Nah bagaimana para pembaca ada yang tertarik untuk mulai membuat reaktor biogas dirumah anda dengan memanfaatkan. Berikut langkah-langkah untuk membuat reaktor sederhana biogas skala rumah tangga (diambil dari Dit.Pengolahan Hasil Pertanian,Ditjen PPHP - Deptan.)

SPESIFIKASI TEKNIS

1. Volume reaktor (plastik) : 4.000 liter à Bisa menggunakan drum plastik yang digabungkan

2. Volume penampung gas (plastik) : 2.500 liter

3. Kompor Biogas : 1 buah à bisa menggunakan kompor gas elpiji biasa

4. Drum pengaduk bahan : 1 buah

5. Pengaman gas : 1 buah

6. Selang saluran gas : + 10 m

7. Kebutuhan bahan baku : kotoran ternak dari 2-3 ekor sapi/ kerbau, atau 6 ekor babi.

8. Biogas yang dihasilkan : 4 m3 per hari (setara dengan 2,5 liter minyak tanah).


Keterangan :

1 = Digester ( tabung pencerna )

2 = Water Trap ( tabung perangkap uap air)

3 = Gas holder ( Penampung gas )

4 = Kompor gas/ Genset gas

A = Saluran pemasukan kotoran ternak

B = Saluran gas keluar

C = saluran pembuangan

D = bak penampung lumpur/ sludge

E = selang penyalur gas digester –water trap

F = selang penghubung water trap – gas holder

G = selang penyalur gas menuju kompor

H = selang penyalur ke genset


PERSIAPAN PEMASANGAN REAKTOR BIOGAS

1. Pembuatan lubang reaktor, panjang = 4 m, lebar = 1,1 m, dalam = 1,2 m.

2. Pembuatan meja tabung plastik penampung gas : (diameter 1,2 m) panjang = 3 m, lebar =1,2m

3. Kotoran sapi (fases) awal sebanyak 100 karung kantong semen atau karung seukurannya (100 kantong semen = 2000 lt). Persiapan awal ini untuk mempercepat produksi gas yang siap untuk digunakan (dinyalakan).

4. Drum untuk tempat pencampuran kotoran (fases) dengan air (1:1) ; 1 buah (200 liter)

5. Karung untuk tempat sisa kotoran dari proses produksi biogas

6. Kayu atau bambu untuk pagar, supaya reaktor aman dari gangguan ternak atau lainnya.

7. Terpal dan bahan lainnya untuk atap reaktor supaya terhindar dari hujan atau material yang jatuh dari atas.

CARA PENGOPERASIAN REAKTOR BIOGAS SKALA RUMAH TANGGA

1. Buat campuran kotoran ternak dan air dengan perbandingan 1 : 1 (bahan biogas)

2. Masukkan bahan biogas ke dalam reaktor melalui tempat pengisian sebanyak 2000 liter, selanjutnya akan berlangsung proses produksi biogas di dalam reaktor.

3. Setelah kurang lebih 10 hari reaktor biogas dan penampung biogas akan terlihat mengembung dan mengeras karena adanya biogas yang dihasilkan. Biogas sudah dapat digunakan sebagai bahan bakar, kompor biogas dapat dioperasikan.

4. Sekali-sekali reaktor biogas digoyangkan supaya terjadi penguraian yang sempurna dan gas yang terbentuk di bagian bawah naik ke atas, lakukan juga pada setiap pengisian reaktor.

5. Pengisian bahan biogas selanjutnya dapat dilakukan setiap hari, yaitu sebanyak + 40 liter setiap pagi dan sore hari. Sisa pengolahan bahan biogas berupa sludge (lumpur) secara otomatis akan keluar dari reaktor setiap kali dilakukan pengisian bahan biogas. Sisa hasil pengolahan bahan biogas tersebut dapat digunakan langsung sebagai pupuk organik, baik dalam keadaan basah maupun kering.

CARA PENGOPERASIAN KOMPOR BIOGAS

1. Buka sedikit kran gas yang ada pada kompor (memutar ke sebelah kiri)

2. Nyalakan korek api dan sulut tepat diatas tungku kompor.

3. Apabila menginginkan api yang lebih besar, kran gas dapat dibuka lebih besar lagi, demikian pula sebaliknya. Api dapat disetel sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita.

PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN REAKTOR BIOGAS

1. Hindarkan reaktor dari gangguan anak-anak, tangan jahil, ataupun dari ternak yang dapat merusak reaktor dengan cara memagar dan memberi atap supaya air tidak dapat masuk ke dalam galian reaktor.

2. Isilah selalu pengaman gas dengan air sampai penuh. Jangan biarkan sampai kosong karena gas yang dihasilkan akan terbuang melalui pengaman gas.

3. Apabila reaktor tampak mengencang karena adanya gas tetapi gas tidak mengisi penampung gas, maka luruskan selang dari pengaman gas sampai reaktor, karena uap air yang ada di dalam selang dapat menghambat gas mengalir ke penampung gas. Lakukan hal tersebut sebagai pengecekan rutin.

4. Cegah air masuk ke dalam reaktor dengan menutup tempat pengisian disaat tidak ada pengisian reaktor.

5. Berikan pemberat di atas penampung gas (misalnya dengan karung-karung bekas) supaya mendapatkan tekanan di saat pemakaian.

6. Bersihkan kompor dari kotoran saat memasak ataupun minyak yang menempel.

Nah, bagaimana para pembaca sekalian mudah bukan. Selamat mencoba.

Sabtu, November 21, 2009

MANDIRI ENERGI : DIMULAI DARI DAPUR

Pada 14 Februari 2007 yang lalu, Presiden Rupublik Indonesia secara resmi meluncurkan program Desa Mandiri Energi ( DME ). Program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat desa terhadap bahan bakar minyak, terutama minyak tanah, untuk keperluan sehari-hari. Program ini juga dipandang sebagai bagian dari usaha untuk mendorong ekonomi pedesaan. Desa Mandiri Energi (DME) merupakan desa yang memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri yang berasal dari sumber-sumber energi baru dan terbarukan, seperti biofuel, terutama yang didapat dari minyak jarak pagar, energi bayu/angin, energi surya maupun mikrohidro. Pada prinsipnya, program ini mendorong masyarakat untuk menyediakan energi yang cukup bagi desanya sendiri. Sehingga dapat membuka kesempatan kerja baru, mengurangi kemiskinan, dan menciptakan kegiatan-kegiatan lain yang produktif. Desa-desa ini tidak termasuk dalam kategori derah tertinggal, namun mempunyai potensi untuk mandiri dalam energi, sehingga dapat memberikan kelebihan energi kepada pihak-pihak lain. Dalam hal ini, ada dua tipe Desa Mandiri Energi yang pertama adalah Desa Mandiri Energi yang dikembangkan dengan non BBN (Bahan Bakar Nabati) seperti desa yang menggunakan mikrohidro, tenaga surya,dan biogas. Yang kedua adalah Desa Mandiri Energi yang menggunakan bahan bakar nabati atau biofuel seperti dari kelapa sawit, singkong, tebu, tanaman jarak,kesambi, dan lain-lain.

Pembangunan dan kemajuan suatu negara yang berkesinambungan, sangat tergantung akan ketersediaan energi yang berkelanjutan pula. Ini membuktikan
bahwa energi sangatlah penting karena energi merupakan komponen vital
dalam industri dan kehidupan manusia untuk meningkatkan taraf hidup
manusia. Menurut Dr. Agus Rusyana Hoetman, Asisten
Deputi Urusan Pengembangan Rekayasa-Ristek "Kondisi energi di Indonesia pada dekade yang lalu sangat tergantung pada penggunaan BBM, karena Bahan Bakar Minyak merupakan bahan bakar yang berasal dari fosil yang semakin lama semakin menipis, oleh karena itu pemerintah mencari solusi yaitu mengganti BBM dengan energi baru dan terbarukan, Pemerintah pada tahun 2025 berambisi untuk mengurangi penggunaan BBM hingga 20% dari seluruh bauran energi kita. Perubahan bauran energi dari tahun ini sampai 2025,yaitu :1.Batubara dari 14% menjadi 33%, 2.Gas dari 20% menjadi 30%, 3.BBM dari 54% menjadi 20%,dan 4.Energi baru-terbarukan 12% menjadi 17%. Energi baru dan terbarukan harus terus ditingkatkan karena dinilai ramah lingkungan. Sedangkan komposisi energi ini :1.5%biofuel,2.5% geothermal dan 3. 7% energi surya, angin, samudera, batu
bara cair.

Nah bagaimana dengan masyarakat kita yang ada di Kabupaten Landak. Apakah kita sudah menjadi masyarakat yang mandiri dalam hal energi…?. Jujur saja bahwa kita masih jauh dari kondisi yang demikian ideal seperti yang digambarkan di atas. Namun kita bisa memulai untuk bisa mandiri dalam hal sumber energi sederhana untuk keperluan memasak sehari-hari, terutama bagi masyarakat di pedesaan. Seperti yang kita ketahui bahwa hampir semua masyarakat kita di pedesaan memasak masih menggunakan kayu bakar ( energi biomassa ) dengan tungku segitiga yang sederhana. Kelemahan dari sistem memasak di tungku biasa ini diantaranya adalah kurang efisien dan boros. Hal ini disebabkan banyaknya panas yang hilang ketimbang yang dipakai untuk memasak. Untuk mengatasi hal ini maka kita dapat membuat sebuah tungku modifikasi yang lebih efisien yang dapat mengurangi kehilangan panas dari sumber api dan dapat menghemat kayu bakar. Tungku modifikasi ini selain dapat dipakai untuk memasak dengan sistem kayu bakar seperti biasa juga dapat menggunakan bahan bakar serbuk gergaji.

Untuk membuat tungku modifikasi ini tidak diperlukan biaya yang besar, bahan-bahan yang diperlukan diantaranya : kaleng bekas berbentuk persegi atau bulat yang tingginya sekitar 30 – 40 cm, pasir + 1 ember, semen 4 kg. Adukan semen dan pasir dicetak pada kaleng dengan membuat lubang berbentuk L dengan diameter + 15 cm dan bagian atas dibuat area sirkulasi udara setinggi kira-kira 3 – 5 cm. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut :

Setelah selesai dicetak, biarkan tungku mengeras selama 1 – 2 hari maka tungku siap untuk digunakan.

Berdasarkan ujicoba yang dilakukan oleh penulis untuk memasak satu ceret air waktu yang diperlukan lebih singkat daripada menggunakan tungku segitiga besi yang biasa dan bahan bakar/ kayu yang di perlukan juga lebih sedikit ( sekitar 2 – 3 potong saja). Berikut gambar tungku saat dipakai memasak dengan menggunakan campuran serbuk gergaji dan potongan kayu kecil.


Jika tidak ingin repot untuk menggunakan serbuk gergaji ( karena untuk menggunakan serbuk gergaji harus dipadatkan dengan cara di tumbuk), kita dapat langsung menggunakan potongan kayu seperti biasa. Keuntungan lain dari tungku model ini selain hemat dan efisien, kita juga tidak perlu repot harus meniup nyala api agar besar, cukup dengan mendorong kayu ke dalam maka akumulasi panas pada bara api akan langsung menyalakan kayu bakar. Bagaimana, mudah bukan ? Selamat mencoba dan rasakan kemudahannya.

Kamis, September 03, 2009

Mencoba menikmati pekerjaan lama di tempat baru....

Wow.gak terasa sudah hampir sebulan ini saya bertugas di SMKN 1 Sengah Temila...sejak pembagian SK CPNS tanggal 4 Agustus 2009 lalu. Terletak di Jalan Raya Senakin, berhadapan dengan SMPN 1 Sengah Temila, dan berjarak 55 KM dari Kota Ngabang. Itulah tempat tugas saya yang baru.

Masih menekuni profesi sebagai seorang Guru yang telah saya mulai sejak 3 tahun lalu di SMA Santo Paulus Pontianak. Di SMK ini saya mengasuh mata pelajaran Kimia....dan Juga mata pelajaran KKPI (Kecakapan Komputer dan Pengolahan Informasi ). Meski dengan sarana dan prasarana yang sangat tidak memadai, namun saya mencoba untuk mencintai dan menikmati pekerjaan disini. Tidak ada lab kimia......Tidak ada lab komputer...bahkan harus berhadapan dengan siswa/siswi yang hampir 100 % tidak pernah kenalan dengan "makhluk" yang bernama komputer. Dan inilah tantangan sebagai seorang pendidik menurut saya.....

Berharap selalu dan berdoa untuk semakin menjiwai pekerjaan ini. Amin

Kamis, Juli 09, 2009

Internet dari rumah.....

wah...gak terasa sudah tiga tahun gw kerja di Pontianak....di SMA Santo paulus dan STMIK Widya Dharma...Now...saatnya pulkam untuk mengabdi pada tanah kelahiran....ce ileh....Dan saat ini juga tidak ada lagi fasilitas internet gratis seperti di Pontianak....But live must be continue......akhirnya hari ini gw pasang speedy...inilah posting pertama...semoga gak banyak masalah....

Senin, Juni 15, 2009

POSTING BUAT TANGGAL 30 MEI 2009: KEHILANGAN MEMBUAT KITA MENGERTI ARTI KE-ADA-AN

Akhirnya postingan ini sempat gw postingkan juga.

Hari ini...2 hari setelah hari ulang tahunku yang ke 25...menjadi hari yang juga mungkin sulit untuk aku lupakan. karena pagi ini aku mengawali hari dengan harus kehilangan Laptop kesayanganku Acer Aspire 4310 No Seri : LXAHU0C009728049D12000 dan HP Nokia seri...(gw lupa bro ). Kejadian bermula saat teman saya pergi joging jam 05.30...karena saya ada di dalam kamar maka pintu tidak di kunci....saat dasya bangun jam 06.30 saya menyadari HP saya di samping badan saya sudah tidak ada...saya tanya dengan teman saya yang pulang joging, dia kaget karena katanya saat pulang joging HP pintu sudah terbuka...dan HP dia juga hilang. Akhirnya aku sadara Laptop aku juga sudah hilang dari atas kepala ku...sungguh menyedihkan.....

Jumat, Mei 29, 2009

UNFORGETABLE MOMENT FROM MY STUDENT

Hari ini, menjadi hari terakhir secara formal saya mengajar di SMA Santo Paulus...Karena besok ternyata libur...buat persiapan ulangan umum. Tadi pagi saat mengajar Kimia Terapan di Kelas XI IPA A, saya menyampaikan teknik-teknik penulisan laporan hasil praktek pembuatan biodiesel dan juga asistensi laporan akhir yang sedang mereka buat. Saat 30 menit terakhir, ternyata saya memperoleh kejutan dari mereka....ya mereka membawakan cake ulangtahun untuk saya...jujur ini adalah cake pertama bagi ulangtahun saya....cake pertama dalam 25 kali saya berulangtahun. Meraka juga memberikan saya satu gulungan karton merah muda yang ditulisi dengan kalimat-kalimat gaya mereka buat saya. Akhirnya karena memang materi untuk Kimia Terapan sudah selesai maka setelah acara tiup lilin...(lilinnya susah di tiup, habis di tiup nyala lagi), saya memotong dan membagikan cake tersebut buat semua anggota kelas.............Selanjutnya saya menyampaikan kisi-kisi soal ulangan umum.

Sungguh, ini merupakan pengalaman yang tidak terlupakan bagi saya...terimakasih para anak-anakku...terimakasih atas semua kenangan yang telah kalian berikan. harapan saya semoga kalian kelak dapat menjadi orang-orang yang sukses....dan jangan lupa untuk selalu dekat dengan Sang Pencipta. Wish U all...................................

Kamis, Mei 28, 2009

25 Tahun hadirku di dunia

Mengutip yang aku tulis di Facebook-ku

"Hari ini...tepat 25 tahun hadirku di dunia ini......Aku kadang bertanya....apa yang sudah kuperbuat demi dunia sehingga kelak dunia bisa mengenangku, tentunya dalam hal yang positif....sepertinya masih terlalu jauh untuk menuju ke arah itu....tapi aku harus punya suatu obsesi....Thanks God for my life, past, now, and for the future. AMIN"

Perjalanan waktu kita di dunia, sudah ditentukan semenjak kita belum hadir di dunia ini. Menjadi suatu permenungan bagi diriku...apakah aku sudah menjalankan sesuai dengan yang di skenariokan oleh Sang Sutra Agung kepadaku.......Ataukah aku sudah menjadi aktor yang gagal dalam menjalankan skenario yang telah ada bagi diriku...atau tanpa sadar aku telah menjadi aktor yang sukses, aktor yang layak mendapatkan Amy Award....hahaha hanya Dia Yang Maha Tahu yang tahu.

Di usia yang ke-25 ini....artinya sudah 25 tahun aku eksis di dunia....tapi apakah dengan ke-eksis-anku di dunia ini, aku telah eksis membuktikan ke-ada-an ku...Ataukah aku hanya menumpang untuk ada, sementara waktu saja. dan bila waktunya tiba...maka duniapun melupakan aku.


Ke depan...perjalanan masih panjang....pikiran seorang yang optimis. Masih ada waktu untuk menunjukkan ke-ada-an ku...masih ada waktu untuk menunjukkan bahwa aku pernah ada di jagad ini...artinya masih banyak yang harusku perbuat di dunia ini....sehingga dunia bisa mengenang, kelak mungkin, bahwa seorang Emilius Sudirjo pernah ada di dunia ini. Amin